Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat mengutarakan keinginan untuk membawa Indonesia menjadi anggota Trans-Pacific Partnership (TPP). Keinginan itu disampaikan Jokowi saat bertemu Presiden AS Barack Obama di Gedung Putih, AS, Oktober lalu.
Saat ini AS adalah motor TPP bersama dengan sejumlah negara. Menurut Jokowi, salah satu keuntungan bergabung dalam TPP adalah barang-barang Indonesia yang diekspor ke negara-negara anggota TPP lainnya tidak akan dikenakan tarif bea masuk.
Kondisi tersebut akan membuat barang-barang Indonesia akan memiliki daya saing, khususnya di negara-negara anggota TPP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TPP adalah sebuah blok ekonomi baru di Asia Pasifik yang dimotori Amerika Serikat (AS) dan Jepang. Hingga kini ada 23 negara sudah melakukan negosiasi yaitu Australia, Kanada, Chile, Taiwan, Kolombia, Kosta Rika, Hongkong, Islandia, Israel, Jepang.Kemudian.
Kemudian, Liechtenstein, Meksiko Selandia Baru, Norwegia, Swiss, Pakistan, Panama, Uruguay, Paraguay, Peru, Korea Selatan, Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa (mewakili 28 negara, termasuk Inggris).
Jokowi mengatakan, keinginan untuk bergabung dengan TPP baru sebatas rencana. Sebab, saat bertemu dengan Presiden AS Barack Obama, Jokowi belum memastikan untuk membawa Indonesia masuk ke TPP.
Menurut Jokowi, yang penting sudah menyatakan minat untuk masuk karena negara-negara lain juga memantau sikap Indonesia terhadap TPP
"Begitu kita bilang tidak, negara lain akan langsung bikin barrier. Visi ke depan visi kompetisi, harus berani," ujar Jokowi.
(hns/fjp)











































