Belgia akan Gelar Misi Dagang Besar-besaran ke RI di 2016

Laporan dari Brussels

Belgia akan Gelar Misi Dagang Besar-besaran ke RI di 2016

Triono Wahyu Sudibyo - detikFinance
Senin, 14 Des 2015 09:55 WIB
Belgia akan Gelar Misi Dagang Besar-besaran ke RI di 2016
juru bicara Istana Raja Belgia, Pierre-Emmanuel De Bauw
Brussels -

Kerajaan Belgia sangat serius dalam menjalin hubungan bilateral dan investasi dengan Indonesia. Indonesia adalah salah satu negara penting bagi mereka. Sebagai bentuk keseriusan Belgia, tahun depan pemerintah dan perwakilan pengusaha Belgia akan melakukan kunjungan ke Indonesia, termasuk ke AS.

Delegasi Belgia akan dipimpin Putri Astrid, anak kedua dari Raja Belgia Albert II dan Ratu Paola yang aktif di kegiatan sosial dan kerajaan. Rencananya ratusan pengusaha, peneliti, dan pejabat diajak dalam rombongan. Mereka dijadwalkan berada di Indonesia selama sepekan, 12-19 Maret 2016.

"Acara diadakan di Jakarta, Bogor, dan Bandung. Juga ada yang digelar di IPB dan ITB," kata juru bicara Istana Raja Belgia, Pierre-Emmanuel De Bauw, kepada rombongan 5 jurnalis Indonesia, termasuk detikFinance di Brussels, akhir pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama sepekan terakhir, Kerajaan Belgia mengajak jurnalis untuk menemui sejumlah pejabat kementerian dan perwakilan perusahaan yang akan datang ke Indonesia.

Mereka mempresentasikan profil Belgia, iklim investasi, dan perusahaan. Belgia merupakan negara dengan penduduk hanya 11 juta jiwa, namun merupakan jantung Eropa karena menjadi kantor organisasi Uni Eropa.

Selain soal profil dan iklim investasi, kerajaan dan pengusaha Belgia juga memaparkan kemungkinan-kemungkinan kerja sama dengan pemerintah atau pengusaha Indonesia.

Mengapa Indonesia sedemikian penting bagi mereka? Bagaimana mereka melihat Indonesia? Pandangan Marc Bogaerts, Direktur Umum Agensi Perdagangan Luar Negeri Belgia, bisa cukup mewakili. Menurutnya Indonesia jelas merupakan negara besar. Dari sisi wilayah dan penduduk, Belgia tidak ada apa-apanya.

"Kami optimistis Indonesia akan menjadi negara kompetitif," kata Marc sambil menyebut jumlah pulau dan penduduk RI.

Misi dagang tersebut bukan yang pertama. Mereka menggelar kegiatan serupa pada tahun 2008 silam. Diharapkan, hubungan bilateral terus berlanjut di masa datang.

(try/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads