Bahasa 'Bersayap' di Proyek PU, Program Fasilitasi Hingga Pemberdayaan

Bahasa 'Bersayap' di Proyek PU, Program Fasilitasi Hingga Pemberdayaan

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 14 Des 2015 16:39 WIB
Bahasa Bersayap di Proyek PU, Program Fasilitasi Hingga Pemberdayaan
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian/Lembaga (KL) untuk tidak lagi memakai kata-kata bersayap dalam penentuan program kerja di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016. Peringatan Jokowi itu langsung ditanggapi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Basuki mengakui, di dalam alokasi belanja Kementerian PUPR tahun depan juga masih ada penggunaan kata-kata bersayap dalam program kerja 2016. Tahun depan, Kementerian PUPR mendapat alokasi belanja terbesar yaitu Rp 103,8 triliun.

"Ada kata bersayap, misalnya kegiatan fasilitasi pembangunan perumahan, itu nggak jelas, perbaikkan rumah saja. Pemberdayaan petani juga ada walaupun pemberdayaan bisa melalui rehabilitasi irigasi. Ada juga kalimat bimtek (bimbingan teknis)," ujar Basuki usai acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Aggaran (DIPA) 2016 di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Basuki, dia akan menggelar rapat untuk membahas DIPA 2016, termasuk merevisi kata-kata bersayap terkait penggunaan anggaran.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta proyek yang dibuat oleh K/L, dalam APBN 2016, jelas, tidak ada program yang dibuat dengan kalimat bersayap. Jokowi juga meminta, anggaran yang dibelanjakan juga harus tepat sasaran.

"Cek satu per satu, detil program jangan muncul lagi program yang tidak jelas yang tidak konkret, atau kalimatnya bersayap dengan kalimat absurd," kata Jokowi

(mkl/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads