Begini Cara Bima Arya Sikapi Julukan Bogor 'Kota Sejuta Angkot'

Begini Cara Bima Arya Sikapi Julukan Bogor 'Kota Sejuta Angkot'

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 16 Des 2015 11:16 WIB
Begini Cara Bima Arya Sikapi Julukan Bogor Kota Sejuta Angkot
Jakarta - Keberadaan angkutan kota (angkot) saat ini dianggap terlalu banyak. Kondisi ini membuat jalanan Kota Bogor menjadi semrawut, dan malah membuat kemacetan di beberapa ruas jalan.

Walikota Bogor, Bima Arya, tak ingin julukan 'kota sejuta angkot' terus melekat di kota Bogor. Pihaknya bakal mempercepat realisasi bus rapid transit (BRT) di Kota Hujan tersebut.

"Strategi kita pindahkan dari angkutan bus dan angkot ke Trans Pakuan atau BRT. BRT ini nantinya yang beroperasi di pusat kota, angkot nanti hanya jadi feeder ke BRT, secara bertahap nanti kurangi angkot," jelas Bima ditemui di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Rabu (16/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai tahap awal, kata Bima, pihaknya akan menjadikan satu koridor BRT, yakni rute Bubulak ke pusat kota sebagai pilot project. Jika sukses, pihaknya bakal menambah rute BRT menjadi 7 koridor yang masih dalam tahap perencanaan.

"Ada 7 koridor nanti. Jalurnya mix dengan kendaraan lainnya. Nah untuk itu kita butuh paling sedikit 400 bus, satu koridor dulu sementara sebagai percontohan dari Bubulak ke Kota Bogor," ungkapnya.

Bima melanjutkan, jika BRT ini sudah beroprasi penuh, rute angkot yang bersinggungan dengan BRT akan dihapus atau mengalami perubahan trayek.

"Angkot hanya jadi feeder. Nah nanti kita awali statusnya dengan badan hukum, kita mau menuju mekanisme transportasi yang rapi. (Angkot) akan diplat hitamkan, sisanya jadi feeder, supir angkot juga bisa pindah ke BRT, kan 1 bus 3 angkot. Nanti bisa 3 orang supiri bus dalam 3 shift," pungkasnya.

(hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads