Program dengan Bahasa 'Bersayap' di Kementerian PUPR Senilai Rp 650 M

Program dengan Bahasa 'Bersayap' di Kementerian PUPR Senilai Rp 650 M

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 16 Des 2015 11:58 WIB
Program dengan Bahasa Bersayap di Kementerian PUPR Senilai Rp 650 M
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian/Lembaga (KL) untuk tidak lagi memakai kata-kata bersayap dalam penentuan program kerja di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, peringatan ini dijadikan pihaknya sebagai bahan koreksi dan perbaikan.

Basuki menjelaskan bahwa dari hasil perhitungannya, program kementerian yang dalam anggarannya tercantum dengan bahasa bersayap sekitar Rp 650 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita lihat akun yang bersayap itu ada Rp 650 Miliar,β€Ž" sebut dia di kantor Kementerian PUPR, Rabu (16/12/2015).

Ada pun program dengan kalimat bersayap diantaranya program dengan judul anggaran 'kajian studi potensi SDM'.

"Jadi itu apa kegiatannya, misalnya, fasilitasi apa gitu kan. Pengembangan permukiman misalnya, makanya kita lihat kegiatannya apa?" kata Basuki.

Terhadap proyek-proyek tersebut, ia mengaku, pihaknya tengah melakukan perbaikan. Sembari menunggu perbaikan tersebut anggaran yang bersangkutan tidak bisa digunakan.

"Untuk itu kita melakukan self blocking. Jadi ini (anggaran bersayap) jangan dilaksanakan dulu, kita akan lihat dulu kegiatannya apa?" pungkas dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta proyek yang dibuat oleh K/L, dalam APBN 2016, jelas, tidak ada program yang dibuat dengan kalimat bersayap. Jokowi juga meminta, anggaran yang dibelanjakan juga harus tepat sasaran.

"Cek satu per satu, detil program jangan muncul lagi program yang tidak jelas yang tidak konkret, atau kalimatnya bersayap dengan kalimat absurd," kata Jokowi.

(dna/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads