Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, peringatan ini dijadikan pihaknya sebagai bahan koreksi dan perbaikan.
Basuki menjelaskan bahwa dari hasil perhitungannya, program kementerian yang dalam anggarannya tercantum dengan bahasa bersayap sekitar Rp 650 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada pun program dengan kalimat bersayap diantaranya program dengan judul anggaran 'kajian studi potensi SDM'.
"Jadi itu apa kegiatannya, misalnya, fasilitasi apa gitu kan. Pengembangan permukiman misalnya, makanya kita lihat kegiatannya apa?" kata Basuki.
Terhadap proyek-proyek tersebut, ia mengaku, pihaknya tengah melakukan perbaikan. Sembari menunggu perbaikan tersebut anggaran yang bersangkutan tidak bisa digunakan.
"Untuk itu kita melakukan self blocking. Jadi ini (anggaran bersayap) jangan dilaksanakan dulu, kita akan lihat dulu kegiatannya apa?" pungkas dia.
Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta proyek yang dibuat oleh K/L, dalam APBN 2016, jelas, tidak ada program yang dibuat dengan kalimat bersayap. Jokowi juga meminta, anggaran yang dibelanjakan juga harus tepat sasaran.
"Cek satu per satu, detil program jangan muncul lagi program yang tidak jelas yang tidak konkret, atau kalimatnya bersayap dengan kalimat absurd," kata Jokowi.
(dna/hns)











































