Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan swasta akan membangun jalur kereta di Kalimantan dan Sulawesi. Dalam proyek ini, Kementerian Perhubungan sebagai regulator transportasi telah menetapkan rel di proyek kereta Kalimantan dan Sulawesi lebih besar dibandingkan rel yang ada di pulau Jawa, yaitu 1435 mm
Dengan ukuran rel yang lebih besar itu maka kereta Kalimantan dan Sulawesi bisa melaju hingga 200 kilometer (km) per jam. Sementara, ukuran rel di Pulau Jawa 1067 mm
"Sulawesi dan Kalimantan kita rancang ukuran rel 1435 mm. Itu bisa melesat maksimal 200 km per jam kalau di Jawa hanya 100 km per jam," kata Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Hermanto Dwiatmoko di Forum Transportasi, Hotel Mercure, Hayam Muruk, Jakarta, Rabu (16/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena Kalimantan dan Sulawesi baru semua, maka kita jump aja ke atas (loncatan teknologi dan kecepatan)," jelasnya.
Hermanto mengatakan, investasi proyek untuk prasarana dan sarana di proyek kereta di luar Pulau Jawa lebih mahal karena kereta bisa melaju lebih cepat. Contohnya, Untuk jalur Makassar-Pare Pare sepanjang 145 km saja, Kemenhub menganggarkan alokasi Rp 10 triliun.
Investasi itu termasuk pembiayaan pembangunan prasarana seperti rel dan stasiun hingga sarana seperti kereta dan lokomotif.
"Kita alokasikan Rp 10 triliun. 2018 sudah selesai," tambahnya.
Tahap awal, Makassar-Pare Pare akan dilalui oleh jalur tunggal (single track) namun lahan yang disiapkan untuk double track. Bila peminat bertambah, pemerintah akan menambah 1 jalur lagi sehingga menjadi double track. Jalur ini nantinya bisa melayani angkutan penumpang dan barang.
(feb/hns)











































