Jakarta Defisit Air Bersih 9.100 Liter/ Detik

Jakarta Defisit Air Bersih 9.100 Liter/ Detik

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 16 Des 2015 17:45 WIB
Jakarta Defisit Air Bersih 9.100 Liter/ Detik
Jakarta -

Kebutuhan air bersih di Jakarta semakin meningkat. Sayangnya ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat tersebut dianggap masih jauh dari cukup.

Di Jakarta sendiri ada dua operator penyedia air bersih yakni PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Aetra Air Jakarta (Aetra). Bila produksi air bersih dua perusahaan ini digabungkan baru bisa menghasilkan air bersih sebanyak 17.000 liter per detik.

"Sementara demand air di Jakarta mencapai 26.100 liter per detik. Artinya masih ada defisit air sekitar 9.100 liter per detik," ujar Corporate Communication and Social Responsibility Division Head, Palyja Meyritha Maryanie di Bebek Bengil Resto, Jakarta, Rabu (16/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebutuhan air memang bisa dipenuhi dari air tanah. Namun, perlu diketahui bahwa kualitas air tanah yang ada di Jakarta sudah semakin menurun seiring dengan semakin padatnya pemukiman yang dibangun.

"Terutama di utara Jakarta. Kualitas airnya sudah nggak bagus. Rasanya sudah mulai asin. Sehingga nggak bisa mengandalkan air tanah," tambah dia.

Pihaknya, bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebenarnya tidak tinggal diam. Namun, ia menjelaskan bahwa saat ini Jakarta kekurangan pasokan air baku. Yakni sumber air yang dapat diolah menjadi air bersih.

Khusus untuk Palyja, ia menjelaskan bahwa saat ini sumber air baku yang diolah perusahaan 94,3%-nya berasal dari luar Jakarta. "Hanya 5,7% saja yang diperoleh dari dalam Kota Jakarta," sambungnya.

Perusahaan operator air bersih tidak diperkenankan mengolah air yang bersumber dari air tanah. Hanya air permukaan seperti air sungai atau air waduk saja yang bisa digunakan sebagai sumber air baku.

Padahal, mencari air baku untuk diolah sebagai air bersih di Jakarta bukan perkara mudah.

"Bahkan ada satu sumber air yang ada di utara jakarta itu air bakunya seperti oli. Nggak bisa kita olah air seperti itu menjadi air bersih. Makanya nggak gampang kita cari sumber air di Jakarta," tuturnya.

Sumber air baku yang bisa diandalkan DKI Jakarta, kata dia, adalah air dari luar daerah. Salah satu yang punya potensi besar adalah air baku dari Waduk Jatiluhur.

Untuk itu, ia mengharapkan ada dukungan dan kerjasama dari Pemerintah Pusat agar bisa mendatangkan sumber-sumber air dari luar kota ke ibu kota negara ini.

"Karena untuk mendatangkan air dari Waduk Jatiluhur misalnya, yang punya kewenangan itu pemerintah pusat. Operator seperti kami tidak punya kewenangan untuk itu," imbuhnya.

(dna/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads