PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) mencatakan, masih ada kebocoran air bersih yang disalurkan perusahaan. Selain aksi pencurian, penyebab lainnya adalah kualitas pipa instalasi yang sudah tidak prima lagi dan rentan bocor.
Operator air bersih yang dipercaya mengelola jaringan air bersih di sisi barat Jakarta sejak tahun 1998 ini memakai 4.000 km pipa utama yang seluruhnya berada di bawah tanah. Seluruhnya adalah pipa yang dibangun di masa penjajahan Belanda, sehingga kualitasnya sudah tidak prima lagi.
"Sampai sekarang kami telah berhasil mengganti 1.000 km pipa dengan pipa baru. artinya masih ada 3.000 km pipa di bawah sana yang sudah tua dan harus diganti," ujar ujar Corporate Communication and Social Responsibility Division Head Palyja Meyritha Maryanie di Bebek Bengil Resto, Jakarta, Rabu (16/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena pipa sudah dari zaman Belanda, kebayang kan gimana kondisinya saat ini. Pasti bocor sana sini. Itu makanya kenapa kami sulit menekan tingkat kebocoran air," tuturnya.
Palyja sendiri, sambung dia, terus berkomitmen memberikan pelayan prima ke pada para pelanggannya. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan perusahaan menekan tingkat kebocoran air.
"Waktu tahun 1998, waktu kami baru kelola, 59,40%-nya bocor. Sekarang kita sudah berhasil tekan menjadi 39,64%, sedikit di bawah 40%. Tapi kalau diminta tekan sampai 10% atau 0%, terus terang agak sulit karena masih ada 3.000 km tadi yang masih peninggalan belanda dan belum bisa kita ganti," pungkas dia.
PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) adalah salah satu perusahaan operator penyedia air bersih di Jakarta. Perusahaan ini punya tanggung jawab menyediakan air bersih di sisi barat Jakarta meliputi sisi barat Jakarta Pusat, Seluruh Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan.
Saat ini perusahaan mengelola 405.712 sambungan yang melayani sekitar 3 juta warga Jakarta.
(dna/hns)











































