Untuk mendukung kawasan bisnis baru tersebut, Pemkot Bogor bakal membangun stasiun baru yang terhubung dengan kereta commuter line Jakarta-Bogor di kawasan tersebut. Sukaresmi juga akan terhubung dengan Bus Rapid Transit (BRT) yang tengah dikembangkan.
Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, kawasan seluas 22 hektare tersebut akan dikembangkan jadi kawasan perkantoran, pusat perbelanjaan, apartemen, terminal, hotel, dan area komersial lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bima memperkirakan, kawasan yang masuk Kecamatan Tanah Sereal ini bisa menarik investasi US$ 142,32 juta. Menurutnya, sudah ada perusahaan properti yang berminat menanamkan modalnya di Sukaresmi.
Kawasan pinggiran lain yang tengah ditawarkan ke investor, lanjut Bima, adalah rencana kawasan Terminal Agrobisnis Rancamaya. Kawasan seluas 9 hektar ini ditawarkan untuk dikembangkan menjadi pasar induk sayur, penginapan (cottage), gudang, dan wisata agro. Total investasinya diperkirakan US$ 19,42 juta.
"Rancamaya ini kita khususkan untuk investor yang mau bangun pusat sayur mayur, jadi pasar induk supaya sayur masuk ke sini saja. Kemudian ada cottage karena wilayahnya kan sejuk, urban farming untuk agrowisata," ujar Bima.
Bima mengungkapkan, saat ini minat investasi di kedua kawasan tersebut, plus imvetasi parkir sudah mencapai Rp 7 triliun.
"Sudah ada pembicaraan dengan investor, total investasi yang masuk baru-baru ini dari Rancamaya, Sukaresmi, dan parkir Rp 7 triliun," tutupnya.
(rrd/rrd)











































