Ini Program Prioritas Ketum Kadin Indonesia Pasca Bentuk Kabinet Baru

Ini Program Prioritas Ketum Kadin Indonesia Pasca Bentuk Kabinet Baru

Muhammad Idris - detikFinance
Kamis, 17 Des 2015 18:42 WIB
Ini Program Prioritas Ketum Kadin Indonesia Pasca Bentuk Kabinet Baru
Jakarta -

Ketua Umum Kadin periode 2015-2020, Rosan Perkasa Roeslani, baru saja mengumumkan Dewan Pengurus Kadin. Pasca mengenalkan susunan kabinetnya, Rosan langsung tancap gas menggarap sejumlah program kerja prioritas yang sudah disusunnya.

Pertama, mendorong pembenahan di sektor komoditas ekspor perkebunan Indonesia.

"Kita ingin prioritas ke depan ada beberapa hal, yang pertama kita ingin mengedepankan industri strategis kita yang lebih dominan di dalam negeri untuk lebih bisa menerobos pasar internasional, atau yang memiliki kendala untuk menerobos pasar internasional. Contohnya sepertu kelapa sawit, pulp, kemudian karet," kata Rosan ditemui di Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Kamis (17/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebut, ada yang salah dengan pengelolaan komoditas unggulan tersebut. Paling dominan yakni komoditas CPO (crude palm oil). Sebagai produsen terbesar dunia, kata Rosan, Indonesia malah didikte dalam penentuan harga di pasar global.

"Sawit sangat tinggi, serap jutaan orang, belum keluarganya. Itu industri andalan kita, tapi kita tak bisa tentukan harga, malah kita didikte. Orang kita produsen terbesar kok, karet juga sama, ini yang akan kita dorong terus," papar Rosan.

Kedua, lanjutnya, adalah mendorong pengembangan industri kreatif. Rosan melihat, di dalam negeri, potensi industri kreatif malah lebih sering dilirik investor asing ketimbang investor lokal atau pun pemerintah

"Mereka ini juga menciptakan lapangan pekerjaan, dan saya meyakini bahwa ke depannya bahwa industri kreatif ini akan menjadi pilar perekonomian ke depan, kita sangat ingin mendorong anak-anak muda kita dalam program start up, e-commerce untuk lebih berkembang lagi, karena mereka bukan hanya mereka bekerja, tapi juga berkarya," jelas Rosan.

"Nah yang saya dapat informasi saja, dari Januari sampai sekarang, dana asing yang masuk itu sudah sampai US$ 800 juta dari para investor luar atau agen investor kepada kita," imbuhnya.

(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads