Anggota DPR Ini Minta Dirjen Pajak Baru Turunkan Target Pajak

Anggota DPR Ini Minta Dirjen Pajak Baru Turunkan Target Pajak

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Kamis, 17 Des 2015 22:22 WIB
Anggota DPR Ini Minta Dirjen Pajak Baru Turunkan Target Pajak
Jakarta - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, masih percaya diri untuk bisa mencapai target pajak di tahun ini paling tidak di atas 85% dari Rp 1.294,3 triliun.

Namun, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai target tersebut terlalu ambisius dan dipastikan tidak akan tercapai meski di angka 85%.

Anggota Komisi XI DPR-RI, Maruarar Sirait, meminta Dirjen Pajak yang baru Ken Dwijugiasteadi, untuk bisa lebih realistis dengan menurunkan target pajak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagaimana posisi pajak, saya sarankan bapak rasional dan realistis, dan objektif, kami akan mendukung kalau bapak minta itu (target pajak) diturunkan," ucap Maruarar, kepada Ken, saat rapat kerja Komisi XI DPR dengan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, membahas Penerimaan Negara 2015, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (17/12/2015).

Menurutnya, Dirjen Pajak jangan terlalu ambisius untuk bisa mengejar target pajak. Hal tersebut melihat pengalaman Dirjen Pajak sebelumnya Sigit Priadi Pramudito yang mengundurkan diri, karena merasa tak mampu mengejar target pajak.

"Untuk Pak Ken gimana? Pak Sigit kemarin cukup yakin, beliau mundur karena yakin target tidak tercapai, kita perlu pemimpin yang seperti itu, saya mengapresiasi Pak Sigit yang menyebutkan jika target berat dicapai, kita juga harus bisa bijak melihat kondisi ini," jelas dia.

Jika target pajak tak tercapai, Maruarar menantang Ken untuk rela mengundurkan diri.

"Tapi kalau bersikeras ngotot untuk mencapai pajak, saya juga minta dengan hormat untuk bisa melakukan seperti Pak Sigit, jangan berapi-api tapi shortfall nya di akhir nanti besar, jadi tolong berbicara yang benar bukan yang enak," ucap dia.

Saat ini saja, kata Maruarar, banyak pengusaha mengeluhkan cara Ditjen Pajak yang seolah-olah mengejar-ngejar mereka, karena dipaksa untuk membayar pajak.

"Bapak Ken apa yang akan dilakukan? Banyak keluhan kalangan usaha dan industri yang merasa dikejar-kejar petugas pajak. Begitu banyak keluhan dari pengusaha karena dikejar-kejar petugas pajak," katanya.

Untuk itu, lanjut Maruarar, lebih baik target pajak diseuaikan dengan kemmapuan dan kondisi yang ada.

"Saya tidak mau terlibat dengan hal-hal yang saya sadari betul yang tidak masuk akal, nanti kita setujui, namun di akhir kita menyetujui perubahan-perubahan, jadi pusing belakangan seperti sekarang. Saya dukung jika target ini diturunkan, karena ini tidak masuk akal," pungkasnya.

(drk/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads