Dengan target Rp 1.350 triliun tahun depan, Darmin menilai harus ada revisi target dalam APBN 2016.
"Tahun depan pajak belum bisa berarti, padahal. Tahun ini pencapaiannya cukup jauh di bawah target. kalau bisa 82%-83% itu sudah cukup menjanjikan," kata Darmin di Hotel Aryaduta, Tangerang, Kamis (17/12/2015) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyeksi Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) sebelumnya masih bisa mengejar setoran di angka 90% dari target. Meskipun proyeksi tersebut berubah menjadi 84,3% dari target, sebab sampai dengan akhir November baru tercapai Rp 830,7 triliun atau sekitar 67% .
"Kalau realisasi dipakai basis, maka itu naik tinggi. Seberapa tinggi, kalau tidak salah mendekati 30%," tegasnya.
Menurutnya pemerintah juga harus realistis memandang penerimaan pajak. Ukuran realistis adalah dengan menggabung pertumbuhan ekonomi dengan inflasi di tambah usaha tambahan oleh Ditjen Pajak. Dengan melihat kondisi tahun depan, harusnya target hanya meningkat 13-15%.
"Jadi begitulah angka realisasi penerimaan pajak yang sebtulnya bisa dicapai meningkat sekitar 13-15% ," imbuh Darmin
(mkl/ang)











































