Menko Perekonoian Darmin Nasution menilai target Rp 1.350 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 terlalu tinggi, setelah diukur dari proyeksi realisasi penerimaan pajak tahun ini yang sebesar 83% dari target dalam APBN-P 2015 yakni Rp 1.294 triliun.
"Walaupun ada rencana menjalan kan tax amnesty, maka APBN tetap harus diamandemen," tegas Darmin di Hotel Aryaduta, Tanggerang, Kamis malam (17/12/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak bisa seperti 2015. Selalu dibilang oh nanti bisa begini, tapi hasilnya lain," ujarnya.
Sementara diketahui, APBN sangat dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan belanja yang sangat agresif, harus ada kepastian besaran penerimaan dari sektor pajak. Hal ini dikarenakan penerimaan lainnya, khususnya minyak dan gas bumi (migas) tidak bisa diharapkan terlalu besar. Seiring dengan turunnya harga minyak.
"Kepastian dan kejelasan harus ada," tegas Darmin.
(mkl/ang)











































