Ekonomi Global Lesu, Industri Non Migas Tumbuh 5,2%

Ekonomi Global Lesu, Industri Non Migas Tumbuh 5,2%

Lani Pujiastuti - detikFinance
Jumat, 18 Des 2015 15:47 WIB
Ekonomi Global Lesu, Industri Non Migas Tumbuh 5,2%
Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan pertumbuhan industri non migas hingga triwulan III 2015 sebesar 5,2%. Realisasi itu lebih rendah dibanding pertumbuhan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,6%.

Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengatakan faktor kondisi ekonomi global turut mempengaruhi turunnya pertumbuhan kinerja industri non migas. Meski demikian, realisasi pertumbuhan tersebut masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi triwulan III yang sebesar 4,7%.

"Di tengah pertumbuhan yang kurang menggembirakan ini, non migas masih terus tumbuh lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi 4,7% pada triwulan III. Meski sektor industri pengalami penurunan kinerja sektor industri, masih tumbuh lebih tinggi dibanding negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina yang bahkan mengalami penurunan pertumbuhan," Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam Jumpa Pers Akhir Tahun 2015 'Kinerja Sektor Industri 2015 dan Program Kerja 2016' di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (18/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menperin mengatakan, penurunan kinerja sektor industri terjadi karena pelemahan permintaan domestik maupun internasional. Hal tersebut tercermin dari ekspor yang turun karena lesunya permintaan global dan harga komoditas di pasar dunia tengah anjlok.

Ekspor produk industri sampai dengan September 2015 sebesar US$ 81,26 miliar atau turun sebesar 7,5% dibandingkan periode yang sama tahun 2014 sebesar US$ 87,85 miliar. Ekspor produk industri memberi kontribusi 70,58% dari total ekspor nasional sebesar US$ 115,13 miliar.

Meski ekspor turun, sektor industri tidak menanggung tambahan beban impor karena impor produk industri sampai dengan September 2015 sebesar US$ 81,53 miliar atau turun 12,4% dibanding periode yang sama di 2014 sebesar US$ 93,07 miliar.

"Penurunan ekspor sebagian besar disebabkan oleh turunnya harga-harga komoditas di pasar dunia. Harga CPO turun 24,4% dari US$ 768 menjadi US$ 580 sejak awal 2014 hingga Oktober 2015. Harga karet juga turun 19,8% dari US$ 93,9 cent menjadi US$ 75,3 cent per pound," jelas Menperin.

Menperin mengaku tetap optimis sumbangan pertumbuhan sektor industri non migas akan membaik seiring perkembangan investasi baik Penyertaan Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penyertaan Modal Asing (PMA).

Total investasi sampai triwulan III 2015 mencapai US$ 13,6 miliar. Investasi PMDN sektor industri sampai triwulan III 2015 sebesar Rp 63,6 triliun atau tumbuh 52,01% dibanding periode yang sama di 2014 sebesar Rp 41,8 triliun. Sedangkan investasi modal asing ke sektor industri sampai triwulan III 2015 sebesar U$ 8,5 miliar atau turun 16,04% dibanding periode yang sama di 2014 sebesar US$ 13,6 miliar.

(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads