BKPM Ingin Perundingan Perdagangan Bebas RI-Korea Dilanjutkan

BKPM Ingin Perundingan Perdagangan Bebas RI-Korea Dilanjutkan

Michael Agustinus - detikFinance
Sabtu, 19 Des 2015 13:15 WIB
BKPM Ingin Perundingan Perdagangan Bebas RI-Korea Dilanjutkan
Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) siap melanjutkan pembahasan perjanjian ekonomi komprehensif antara Indonesia-Korea Selatan (Indonesia Korea Comprehensive Economic Partnership Agrement-IK CEPA), terutama mengenai Bab Investasi. Hal ini ditandai dengan RI-ROK Join Commission Meeting yang dilakukan di Seoul, Korea Selatan.

Turut hadir dalam forum bilateral JCM tersebut, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Dubes RI untuk Korea Selatan John Prasetio. Dalam pertemuan tersebut, diharapkan ada titik terang untuk memulai pembahasan kerja sama ekonomi dalam koridor IK-CEPA.

Kepala BKPM Franky Sibarani menyampaikan, Indonesia siap untuk melanjutkan perundingan investasi pada Bab Investasi sebagai bagian dari IK-CEPA didasarkan pada kepentingan nasional kedua negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Melalui pertemuan penting ini, saya percaya kita dapat membawa hubungan kedua negara ke tahap berikutnya,” ujar Franky melalui keterangannya, Sabtu (19/12/2015).

Menurut Franky, dengan dilanjutkannya perundingan mengenai IK-CEPA tersebut, diharapkan dapat memperkuat kerja sama investasi antara kedua negara.

"Berbagai perkembangan terkait layanan investasi yang telah dilakukan diharapkan juga dapat meningkatkan rasio minat dan realisasi investasi dari Korea Selatan," ungkapnya.

Dari data BKPM, realisasi investasi Korea Selatan di Indonesia pada Januari-September 2015 mencapai US$ 1 miliar yang berarti terjadi peningkatan 33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Komitmen investasi Korea sejak Januari hingga November tahun ini meningkat pesat sebesar 125% dari US$ 2,1 miliar menjadi menjadi US$ 4,7 miliar yang tersebar di berbagai bidang usaha yaitu kelistrikan, gas dan air, tanaman pangan dan perkebunan, industri makanan, perdagangan dan reparasi serta industri logam, mesin dan elektronika.

(rrd/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads