Turut hadir dalam forum bilateral JCM tersebut, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Dubes RI untuk Korea Selatan John Prasetio. Dalam pertemuan tersebut, diharapkan ada titik terang untuk memulai pembahasan kerja sama ekonomi dalam koridor IK-CEPA.
Kepala BKPM Franky Sibarani menyampaikan, Indonesia siap untuk melanjutkan perundingan investasi pada Bab Investasi sebagai bagian dari IK-CEPA didasarkan pada kepentingan nasional kedua negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Franky, dengan dilanjutkannya perundingan mengenai IK-CEPA tersebut, diharapkan dapat memperkuat kerja sama investasi antara kedua negara.
"Berbagai perkembangan terkait layanan investasi yang telah dilakukan diharapkan juga dapat meningkatkan rasio minat dan realisasi investasi dari Korea Selatan," ungkapnya.
Dari data BKPM, realisasi investasi Korea Selatan di Indonesia pada Januari-September 2015 mencapai US$ 1 miliar yang berarti terjadi peningkatan 33% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Komitmen investasi Korea sejak Januari hingga November tahun ini meningkat pesat sebesar 125% dari US$ 2,1 miliar menjadi menjadi US$ 4,7 miliar yang tersebar di berbagai bidang usaha yaitu kelistrikan, gas dan air, tanaman pangan dan perkebunan, industri makanan, perdagangan dan reparasi serta industri logam, mesin dan elektronika.
(rrd/rrd)











































