Dari 10 besar perusahaan tersebut, hanya satu yang di luar bioteknologi. Perusahaan itu adalah Netflix, sebuah perusahaan penyedia layanan video streaming.
Seperti dilansir dari Forbes, Senin (21/12/2015), Netflix merupakan perusahaan non bioteknologi yang kinerja sahamnya paling kinclong di bursa Wall Street AS pada tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reed Hastings, selaku orang di belakang Netflix yang duduk sebagai CEO dan juga pendiri, terus bekerja menambah pelanggan Netflix di AS dan bahkan di seluruh dunia.
Menurut catatan Forbes, Hastings, 55 tahun, saat ini memiliki kekayaan US$ 1,57 miliar. Dikisahkan Forbes, Hastings telah melakukan bisnis yang revolusioner dengan mengubah cara dunia menikmati hiburan film.
Pelanggan Netflix diberikan banyak pilihan untuk menonton film atau serial televisi yang diinginkannya.
Hastings merupakan mantan guru matematika, yang pernah mengabdi untuk negara sebagai pasukan marinir dan keamanan. Hastings mendapatkan gelar sarjana dari UNiversitas Stanford. Dan mendirikan perusahaan pertama bernama Pure Software, dan tercatat di bursa saham pada 1995. Perusahaan tersebut dia jual kepada Rational Software, dua tahun kemudian.
Setelah itu, Hastings mulai mendirikan Netflix, yang pertama kali memiliki bisnis penyedia penyewaan film dalam bentuk DVD. Dari sini, Netflix berkembang menjadi penyedia layanan video streaming.
Keberadaan Netflix di AS mengancam bisnis TV kabel dan juga penjualan DVD orisinil. Karena masyarakat lebih praktis memilih film sendiri secara online lewat layanan Netflix ini.
(dnl/ang)










































