Netflix, Jualan Video Streaming dan Jadi Idola di Wall Street

Netflix, Jualan Video Streaming dan Jadi Idola di Wall Street

Wahyu Daniel - detikFinance
Senin, 21 Des 2015 07:40 WIB
Netflix, Jualan Video Streaming dan Jadi Idola di Wall Street
Foto: Reuters
Jakarta - Pasar saham Amerika Serikat (AS) di tahun ini berbeda. Biasanya perusahaan teknologi, keuangan, dan komoditas menjadi idola. Namun di 2015, perusahaan bioteknologi merajai 10 besar saham dengan persentase kenaikan harga terbesar.

Dari 10 besar perusahaan tersebut, hanya satu yang di luar bioteknologi. Perusahaan itu adalah Netflix, sebuah perusahaan penyedia layanan video streaming.

Seperti dilansir dari Forbes, Senin (21/12/2015), Netflix merupakan perusahaan non bioteknologi yang kinerja sahamnya paling kinclong di bursa Wall Street AS pada tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara persentase, harga saham Netflix tercatat telah naik 147% sepanjang 2015. Kinerja yang mengagumkan tersebut telah membuat kapitalisasi pasar Netflic mencapai US$ 50 miliar.

Reed Hastings, selaku orang di belakang Netflix yang duduk sebagai CEO dan juga pendiri, terus bekerja menambah pelanggan Netflix di AS dan bahkan di seluruh dunia.

Menurut catatan Forbes, Hastings, 55 tahun, saat ini memiliki kekayaan US$ 1,57 miliar. Dikisahkan Forbes, Hastings telah melakukan bisnis yang revolusioner dengan mengubah cara dunia menikmati hiburan film.

Pelanggan Netflix diberikan banyak pilihan untuk menonton film atau serial televisi yang diinginkannya.

Hastings merupakan mantan guru matematika, yang pernah mengabdi untuk negara sebagai pasukan marinir dan keamanan. Hastings mendapatkan gelar sarjana dari UNiversitas Stanford. Dan mendirikan perusahaan pertama bernama Pure Software, dan tercatat di bursa saham pada 1995. Perusahaan tersebut dia jual kepada Rational Software, dua tahun kemudian.

Setelah itu, Hastings mulai mendirikan Netflix, yang pertama kali memiliki bisnis penyedia penyewaan film dalam bentuk DVD. Dari sini, Netflix berkembang menjadi penyedia layanan video streaming.

Keberadaan Netflix di AS mengancam bisnis TV kabel dan juga penjualan DVD orisinil. Karena masyarakat lebih praktis memilih film sendiri secara online lewat layanan Netflix ini.

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads