Tetapi kini jalur KRL Kota-Tanjung Priok yang resmi beroperasi hari ini sudah steril, tak ada lagi atap rumah warga atau speed boat yang mengganggu perjalanan kereta. Waktu tempuh perjalanan pun menjadi hanya 20 menit.
"Lama perjalanannya 20 menit. Jalurnya sudah steril. Nggak nabrak-nabrak lagi, sudah bagus," kata Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Hermanto Dwi Atmoko, saat peresmian KRL Priok-Kota di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuan dari pengoperasiannya untuk memberikan pelayanan masyarakat untuk transportasi Kota-Priok, lalu untuk mengamankan aset Kemenhub mengenai rel dan lahan sekitarnya supaya tidak dikuasai oleh orang-orang yang tidak dikenal," tuturnya.
Selain menertibkan bangunan di sekitar rel kereta Kota-Priok, Kemenhub juga melakukan renovasi untuk mengembalikan kejayaan Stasiun Tanjung Priok yang pernah lama terbengkalai.
Kini stasiun bergaya Eropa yang memiliki corak serupa dengan Stasiun Kota itu sudah hampir rampung renovasinya dan bisa mulai digunakan untuk kereta penumpang.
"Stasiunnya (Tanjung Priok) sudah hampir selesai renovasi, sudah cukup bagus," pungkasnya.
(hns/hns)











































