Bila proyek telah selesai dikerjakan, Kemenhub akan membayar biaya konstruksi LRT tersebut yang diambil dari alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
"Masing-masing kontraktor ajukan nilai selanjutnya kita hire (menunjuk) konsultan asal Jepang untuk nilai usulan dari tiap kontraktor," Kata Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Hermanto Dwiatmo di Jakarta, Senin (21/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan, untuk nilai proyek, Hermato masih menunggu hasil perhitungan dari konsultan asal Jepang.
"Semua masih dihitung ulang investasi. Baik Waskita dan Adhi Karya akan memulai kembali pekerjaan pada Februari 2016," tambahnya.
Hermanto menargetkan proyek LRT Bodetabek fase I dan LRT Palembang bisa beroperasi membawa penumpang sebelum pagelaran Asian Games 2018. Seperti diketahui, Palembang dan DKI Jakarta akan menjadi tuan rumah pada pagelaran olahraga level Asia tersebut.
"Paling lambat keduanya selesai Agustus 2018," tegasnya.
Sebagai informasi, Waskita memperoleh penugasan pemerintah pusat untuk mengembangkan LRT di Palembang dengan rute Mahmud Badaruddin II–Masjid Agung Palembang–Jakabaring Sport City. Sedangkan Adhi Karya diminta membangun LRT fase I rute Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang kemudian Cawang-Dukuh Atas.
(feb/hns)











































