Subsidi BBM ini sudah dicabut oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada awal tahun ini. Langkah ini yang diapresiasi oleh IMF.
"Prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid. Pemerintah setempat sudah mengambil langkah signifikan untuk memperkuat kerangka kebijakan dalam beberapa tahun terakhir," kata Kepala Tim IMF di Indonesia, Luis E. Breuer, dalam keterangan tertulis, Selasa (22/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, lepasnya Indonesia dari ketergantungan subsidi BBM akan memberi kontribusi yang baik ke stabilitas ekonomi makro dalam jangka panjang.
Hasilnya, ekonomi Indonesia bisa bertahan dengan baik di tengah melambatnya ekonomi global sepanjang 2015. Ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh nyaris 5%, jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara maju yang tumbuh di bawah 1% atau bahkan minus.
"Pertumbuhan ekonomi RI jangka diprediksi menengah masih baik, apalagi didukung dengan agenda peluncuran paket-paket kebijakan yang bisa memberikan stabilitas," ujarnya.
(ang/wdl)











































