Kemeterian Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya telah menyerahkan daftar negara yang diusulkan mendapat fasilitas bebas visa turis ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Total sementara ada 85 negara yang diusulkan, salah satunya Brasil.
Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli mengungkapkan awalnya ada 95 negara yang diusulkan. Namun, Rizal mencoret 11 negara diantaranya sehingga tinggal 84.
Salah satu dari 11 negara yang dicoret itu adalah Brasil. Tapi, di saat-saat terakhir Brasil kembali masuk ke dalam daftar sehingga sementara ada 85 negara yang diusulkan mendapat pembebasan visa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sempat dicoret karena dubesnya ditarik pas kasus kemarin. Kita juga tarik dubes kita waktu itu," ujar Rizal usai konferensi pers di Kemenko Kemaritiman dan Sumber Daya, Jakarta, Selasa (22/12/2015).
Kini Brasil kembali masuk dalam daftar karena sudah memulihkan hubungan diplomatik dengan Indonesia. Duta Besar Indonesia pun sudah diterima oleh Presiden Brasil.
"Brasil akhirnya masuk juga, hubungan diplomatik kan sudah lancar lagi. Dubes kita sudah diterima Presiden Brasil," ucap Rizal.
Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia memberikan fasilitas bebas visa kunjungan kepada turis dari 85 negara, untuk meningkatkan sektor pariwisata. Lewat kebijakan baru ini, secara total, sudah ada 174 negara yang mendapat fasilitas bebas visa dalam tempo tiga bulan terakhir.
Namun, pemerintah Indonesia tetap berhati-hati dalam pemberian fasilitas bebas visa. Target menarik kunjungan 20 juta wisatawan dan meraih devisa US$ 20 miliar, tidak membuat pemerintah mengobral fasilitas tersebut. Sejumlah negara yang selama ini dikenal aktif dalam lalu lintas perdagangan narkoba dicoret dari daftar. Begitu juga dengan negara-negara pengekspor ideologi kekerasan dan radikal, tidak masuk daftar yang memperoleh fasilitas.
Sejumlah negara baru yang mendapatkan fasilitas bebas visa kunjungan di antaranya Australia, Brasil, Ukraina, Kenya, Uzbekistan, Bangladesh, Kamerun, Palestina, Honduras, Pakistan, dan Mongolia.
Selain itu, negara lain yang meperoleh fasilitas bebas visa antara lain Sierra Leone, Uruguay, Bosnia Herzegovina, Kosta Rika, Albania, Mozambik, Macedonia, El Salvador, Zambia, Moldova, Madagascar, Goergia, Namibia, Kiribati, Armenia, Bolivia, Bhutan, Guatemala, Mauritania, dan Paraguay.
Data yang ada menyebutkan, pemberian visa terbukti mampu mendongkrak arus kunjungan wisatawan. Sejak diberikan kepada 47 fasilitas bebas visa kepada 47 negara pada Oktober lalu, arus wisatawan naik 19,7%.
(hns/hns)










































