"Saya ingin dapatkan laporan dari Menko Maritim dan menteri terkait lainnya, terkait langkah yang sudah kita ambil untuk menekan dwelling time dan saya ingin melihat perubahan yang konkret. Perlu saya sampaikan, saya juga telah dan terus memonitor lewat BPKP yang saya terjunkan di lapangan, dan hasilnya sudah mendapatkannya," tutur Jokowi membuka rapat di Istana Negara, Jakarta, Selasa (22/12/2015).
Dalam rapat tersebut, hadir juga Deputi II Kemenko Kemaritiman dan Sumber Daya, Agung Kuswandono, Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Menteri Sekretariat Negara Pratikno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak bisa main-main lagi dengan yang namanya efisiensi, dwelling time. Karena apa pun kita telah masuk era kompetisi, era persaingan antar negara yang memerlukan kecepatan, memerlukan efisiensi untuk meningkatkan competitiveness kita, meningkatkan daya saing ekonomi kita," tegas Jokowi.
Bila Indonesia lambat dan tidak efisien untuk pelaku usaha, maka Indonesia akan tertinggal dari negara lain, dan investasi menurun. Karena itu, Jokowi meminta adanya pembenahan di sektor dwell time ini.
"Saya minta terus pembenahan-pembenahan dari tahapan custom clearance, maupun post custom clearance, pembenahan jalur dan pemeriksaan fisik, untuk mengatasi penumpukan kontainer yang melewati batas waktu, yang berkaitan dengan akses menuju pelabuhan, baik lewat jalan raya maupun kereta api dan kita harapkan semua bisa diatasi secepatnya," papar Jokowi.
(dnl/ang)











































