Tapi ternyata Bulog tak bisa merealisasikan seluruh izin impor yang didapat. Hingga akhir tahun ini, hanya 2.000 ton daging sapi yang bisa didatangkan Bulog dari Selandia Baru.
Direktur Komersial Perum Bulog, Fazri Sentosa, menilai bahwa jangka waktu izin impor yang diberikan Kemendag terlalu sempit. Agar Bulog dapat melanjutkan impor daging sapi dari Selandia Baru, pihaknya meminta agar โizin tersebut diperpanjang sampai tahun 2016.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti, beralasan bahwa penugasan yang diberikan pemerintah terlalu mendadak. Dalam waktu yang sempit, Bulog tak punya cukup persiapan. Padahal, Selandia Baru adalah pasar yang asing, Bulog belum mengenal dan memiliki jaringan di Negeri Kiwi tersebut.
"Itu kan sangat mendadak, kita mendapat perintah untuk masuk ke pasar Selandia Baru yang kita belum pernah beli ke sana, sehingga banyak hal yang kita hadapi. Nature of business di sana seperti apa, dan sebagainya, akhirnya menyulitkan kami untuk optimal. Kami hanya bisa mengimpor kurang lebih 2.000 ton," kata Djarot.
โDia mengungkapkan, para pemasok di Selandia Baruโ agak tertutup kepada pembeli baru seperti Bulog. Mereka juga ragu dengan keseriusan Bulog untuk membeli daging sapi. Hal-hal ini membuat Bulog semakin kesulitan memperoleh daging sapi dari Selandia Baru.
"Orang Selandia Baru itu punya kultur agak tertutup, mereka juga lihat-lihat dulu ini Bulog serius atau nggak mau beli. Mereka kan sudah punya market tradisional, begitu ada pendatang baru dia lihat dulu apakah ini beli untuk jangka panjang atau sekali saja lalu hilang,"โ tuturnya.
(hns/hns)











































