Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman hari ini mengunjungi banyak lokasi sentra pertanian di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Diawali dengan menghampiri petani jagung yang tengah panen raya di Desa Tigabinanga, lalu menengok petani korban erupsi Gunung Sinabung di Perumahan Desa Hutan Siasor untuk memberi bantuan ternak, traktor serta modal bertani lainnya.
Turun dari Siasor, di tengah perjalanan, Mentan tertarik menengok kebun jeruk yang sedang berbuah. Tidak lama berselang, memasuki wilayah Berastagi di Kabupaten Deli Serdang, Mentan Amran mampir ke sentra pembibitan tomat dan cabai.
Di sentra pembibitan cabai dan tomat seluas 10.000 hektar tersebut Mentan Amran melihat lahan tomat yang belum berbuah namun tertata rapi diberi mulsa. Ada pula hamparan lahan cabai merah yang mulai berbuah. Ratusan tanaman cabai terlihat mulai menggantung cabai berwarna hijau yang sebagian sudah memerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, dengan masih adanya beberapa wilayah yang panen cabai, semestinya selama Januari-Maret tidak ada fluktuasi harga cabai. Sebab pola fluktuasi harga cabai setiap tahunnya akan mencapai harga tertinggi dalam kurun Januari-Maret akibat hujan yang mulai turun.
"Ini ada panen banyak di Karo. Nanti harusnya Januari-Maret ngga ada lagi fluktuasi harga. Ini masih ada yang panen cabai. Berapa harganya?," jelas Mentan.
"Harganya fluktuatif pak, kisaran Rp 30.000-35.000/kg. Kami buat benih sendiri. Lahan luasnya 10.000 meter persegi," kata Beni Sinaga, pemilik lahan.
Mendengar penuturan petani tersebut, menurutnya fluktuasi harga masih dalam kisaran harga wajar. Mentan berharap fluktuasi harga cabai sepanjang Januari-Maret yang biasa terjadi bisa ditekan. Fluktuasi harga cabai pada periode tersebut biasanya bisa bisa mengerek harga cabai merah dan cabai keriting naik hingga lebih dari Rp 50.000/kg.
"Masih wajar itu harganya, mestinya tidak ada fluktuasi harga sampai Maret," ucapnya.Β
(hns/hns)











































