Impor Kepala Sampai Buntut Sapi Dibuka, Pedagang Bakso Senang

Impor Kepala Sampai Buntut Sapi Dibuka, Pedagang Bakso Senang

Michael Agustinus - detikFinance
Rabu, 23 Des 2015 17:17 WIB
Impor Kepala Sampai Buntut Sapi Dibuka, Pedagang Bakso Senang
Jakarta - Penerbitan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 58 Tahun 2015 tentang Pemasukan Karkas, Daging, dan/atau Olahannya (Permentan 58/2015), disambut gembira oleh para pedagang bakso yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (Apmiso).

Ketua Umum Apmiso, Trisetyo Budiman menyatakan, Permentan 58/2015 akan berdampak positif pada para pedagang bakso karena membuka keran impor daging variasi. ‎Sebelumnya, pemerintah hanya membuka impor sapi hidup dan daging sapi jenis tertentu.

Daging variasi adalah daging kepala (heat meat), daging bibir (lips), daging buntut (lips), daging buntut (oxtail), daging lidah (taunge), daging urat (tendon)‎.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan adanya impor daging variasi, para pedagang bakso bisa mendapatkan bahan baku daging dengan harga murah. Selama ini, pedagang bakso membeli daging variasi dengan harga mahal dari hasil pemotongan sapi lokal dan impor.

"Dibolehkannya impor daging variasi menjadi angin segar bagi usaha kecil dan menengah yang selama ini harus membeli daging variasi hasil pemotongan sapi hidup. Di wilayah Jabodetabek, 97% suplai sapi (hidup) diimpor dari Australia, harganya mahal," ujar Trisetyo, melalui pesan singkat kepada detikFinance, di Jakarta, Rabu (23/12/2015).

Daging variasi impor akan membuat pendapatan tukang bakso ‎bertambah, karena biaya produksi bakso menjadi lebih efisien. 90% komponen biaya untuk produksi bakso berasal dari bahan baku daging sapi.

"Permentan 58/2015 sangat membantu pedagang bakso karena harganya (bahan baku) murah," tukas Trisetyo.

Dia membandingkan, harga daging variasi impor jenis daging kepala sapi (heat meat) ‎hanya Rp 40.000/kg, sedangkan harga daging lokal segar Rp 100.000/kg, selisihnya mencapai Rp 60.000/kg.

Setiap hari, rata-rata tukang bakso membutuhkan 3-5 kg daging. Artinya, penghematan dari penggunaan daging variasi impor bisa sampai Rp 300.000/hari.

"Harga daging heat meat Rp 40.000/kg, daging lokal segar Rp 100.000/kg. Rata-rata kebutuhan 3-5 kg per pedagang, maka akan sangat membantu tukang bakso," tutupnya.

(rrd/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads