67% Angkatan Kerja Lulusan SD dan SMP, Menaker: Bagaimana Mau Bersaing?

67% Angkatan Kerja Lulusan SD dan SMP, Menaker: Bagaimana Mau Bersaing?

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 23 Des 2015 20:36 WIB
67% Angkatan Kerja Lulusan SD dan SMP, Menaker: Bagaimana Mau Bersaing?
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri menyebut daya saing tenaga kerja asal Indonesia masih rendah. Salah satu penyebab utamanya adalah tingkat pendidikan.

"Daya saing tenaga kerja kita jadi persoalan besar. Ada 114 juta orang sekarang yang bekerja dari data BPS (Badan Pusat Statistik) Agustus lalu, sementara jumlah pengangguran terbuka ada 7,4 juta orang," kata Hanif di saat meresmikan data center di kantor Kemenaker, Jakarta, Rabu (23/12/2015).

Hanif menjelaskan, dari total angkatan tersebut, sebanyak 47% merupakan angkatan kerja lulusan Sekolah Dasar (SD), dan 20% merupakan lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Angkatan kerja kita tingkat pendidikan SD 47%, dan SMP 20%. Artinya sebanyak hampir 70% itu lulusan SD dan SMP. Padahal angkatan kerja itu bahan baku kita buat saingan di ASEAN. Dengan bahan baku seperti itu, bagaimana mau bersaing?," kata Hanif.

Untuk mengatasi pekerjaan rumah tersebut, lanjutnya, kementeriannya akan memperbanyak program pendidikan informal yang menekankan keterampilan agar bisa bersaing secara global, khusus dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Kalau pendidikan formal butuh waktu sangat lama. Di ASEAN kita peringkat 4, di dunia kita malah turun peringkat dari 134 jadi 137. ASEAN itu sudah jadi pasar tunggal yang mensyaratkan memiliki kemampuan dan kompetisi. Makanya, kita perbanyak pendidikan informal," tutupnya.

(rrd/rrd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads