"Daya saing tenaga kerja kita jadi persoalan besar. Ada 114 juta orang sekarang yang bekerja dari data BPS (Badan Pusat Statistik) Agustus lalu, sementara jumlah pengangguran terbuka ada 7,4 juta orang," kata Hanif di saat meresmikan data center di kantor Kemenaker, Jakarta, Rabu (23/12/2015).
Hanif menjelaskan, dari total angkatan tersebut, sebanyak 47% merupakan angkatan kerja lulusan Sekolah Dasar (SD), dan 20% merupakan lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengatasi pekerjaan rumah tersebut, lanjutnya, kementeriannya akan memperbanyak program pendidikan informal yang menekankan keterampilan agar bisa bersaing secara global, khusus dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
"Kalau pendidikan formal butuh waktu sangat lama. Di ASEAN kita peringkat 4, di dunia kita malah turun peringkat dari 134 jadi 137. ASEAN itu sudah jadi pasar tunggal yang mensyaratkan memiliki kemampuan dan kompetisi. Makanya, kita perbanyak pendidikan informal," tutupnya.
(rrd/rrd)










































