Sebanyak 353 ekor sapi dari NTT telah memasuki Jakarta sejak 11 Desember 2015. Menurut Perum Bulog, yang ditugaskan pemerintah untuk memasarkan, 353 ekor sapi itu telah laris terjual dan sudah dipotong menjadi daging dengan harga jual berkisar 80.000-95.000/kg, tergantung bagiannya.
Tetapi menurut Asnawi, Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia, jumlah tersebut tidak mencukupi kebutuhan daging sapi di DKI Jakarta.
"Untuk DKI Jakarta, dibutuhkan sekitar 700 ekor sapi impor perhari, sedangkan untuk sapi lokal sekitar 1400 ekor sapi per hari, ini disebabkan karena ukuran sapi lokal lebih kecil dari sapi impor dengan berat berkisar 250-300 kg untuk sapi lokal, dan 500 kg untuk sapi impor", kata Asnawi saat dihubungi detikFinance Sabtu (26/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, apabila pemerintah hanya memasok 353 ekor sapi, itu berarti hanya akan memenuhi 1/4 hari kebutuhan daging sapi lokal untuk DKI Jakarta saja.
"Apabila pemerintah ingin serius memenuhi kebutuhan di DKI Jakarta dan menjual daging sapi dengan harga 90.000-95.000/kg, paling tidak pemerintah memasok sapi minimal 2 kapal perhari, dengan kapasitas perkapalnya 600 ekor sapi", tambahnya.
(hns/hns)











































