Sapi Asal NTT Belum Cukup Penuhi Kebutuhan Daging di DKI Jakarta

Sapi Asal NTT Belum Cukup Penuhi Kebutuhan Daging di DKI Jakarta

Dina Rayanti - detikFinance
Sabtu, 26 Des 2015 17:00 WIB
Sapi Asal NTT Belum Cukup Penuhi Kebutuhan Daging di DKI Jakarta
Jakarta -

Sebanyak 353 ekor sapi dari NTT telah memasuki Jakarta sejak 11 Desember 2015. Menurut Perum Bulog, yang ditugaskan pemerintah untuk memasarkan, 353 ekor sapi itu telah laris terjual dan sudah dipotong menjadi daging dengan harga jual berkisar 80.000-95.000/kg, tergantung bagiannya.

Tetapi menurut Asnawi, Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia, jumlah tersebut tidak mencukupi kebutuhan daging sapi di DKI Jakarta.

"Untuk DKI Jakarta, dibutuhkan sekitar 700 ekor sapi impor perhari, sedangkan untuk sapi lokal sekitar 1400 ekor sapi per hari, ini disebabkan karena ukuran sapi lokal lebih kecil dari sapi impor dengan berat berkisar 250-300 kg untuk sapi lokal, dan 500 kg untuk sapi impor", kata Asnawi saat dihubungi detikFinance Sabtu (26/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari 1 ekor sapi impor dengan berat 500kg dapat menghasilkan sekitar 200kg (175 kg daging dan 25 kg iga) untuk dikonsumsi. Sedangkan dari 1 ekor sapi lokal dengan berat 125kg hanya dapat menghasilkan 100kg (87,5 kg daging dan 12,5 kg iga) untuk dikonsumsi.

Dia menambahkan, apabila pemerintah hanya memasok 353 ekor sapi, itu berarti hanya akan memenuhi 1/4 hari kebutuhan daging sapi lokal untuk DKI Jakarta saja.

"Apabila pemerintah ingin serius memenuhi kebutuhan di DKI Jakarta dan menjual daging sapi dengan harga 90.000-95.000/kg, paling tidak pemerintah memasok sapi minimal 2 kapal perhari, dengan kapasitas perkapalnya 600 ekor sapi", tambahnya.

(hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads