Jelang Tahun Baru, Penjual Terompet dan Mercon Menjamur di Asemka

Jelang Tahun Baru, Penjual Terompet dan Mercon Menjamur di Asemka

Muhammad Idris - detikFinance
Minggu, 27 Des 2015 12:05 WIB
Jelang Tahun Baru, Penjual Terompet dan Mercon Menjamur di Asemka
Foto: Idris/detikFinance
Jakarta - Teriknya matahari, bau apek, asap knalpot, dan suara bising terompet tak menyurutkan ribuan orang berburu terompet dan petasan di Pasar Asemka, Jakarta Barat. Pasar dadakan tersebut mengular mulai dari Kawasan Kota Tua, hingga ke kawasan Pecinan Pasar Pagi.

Deretan terompet dengan ragam bentul dan warna, berjejer di jalanan yang macet karena pengemudi sepeda kendaraan yang berebut jalan dengan pejalan kaki.

Pepeng, salah seorang terompet, tengah beristirahat di salah satu sudut trotoar. Sudah 2 jam lebih dirinya menjajakan dagangannya. Momen tahun baru jadi berkah buat dia dan 4 orang rekannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria asal Malang, Jawa Timur ini, harus bergantian berjualan dengan rekan-rekamnya karena tak ingin melewatkan momen sekali dalam setahun tersebut. Pasar Asemka memang jadi pusat grosir pernak pernik natal dan tahun baru terbesar di Ibu Kota. Puncaknya, pada sepekan sebelum malam tahun baru.

"Cuma sekali dalam setahun. Ini sampai dibantu 4 orang, ramai sekali dari seminggu lalu," kata Pepeng ditemui detikFinance di lapaknya, Minggu (27/12/2015).

Menurut Pepeng, terompet yang dijualnya dibelinya dari industri rumahan rekannya di Cengkareng, Tanggerang. Dalam sehari, dia bisa menjual ratusan terompet dengan omset di atas Rp 1,5 juta per harinya.

Pepeng mengungkapkan, rata-rata pembeli yang mencari terompet untuk dijual kembali di pusat keramain lain di Jabodetabek.

"Makanya kita jual lusinan, satu lusin paling murah Rp 30.000, yang mahal kita jual Rp 96.000 selusin. Dan ini pasti habis sebelum malam tahun baru, sudah kita hitung seperti tahun lalu," kata pedagang musiman yang biasa berjualan tas di pasar yang sama tersebut.

Seorang pedagang petasan yang tidak ingin disebutkan namanya, juga memanfaatkan momen jelang tahun baru guna mengais rezeki yang datang musiman tersebut. Dia bahkan rela meninggalkan profesi tukang parkir dan beralih jadi pedagang mercon.

"Jualan cuma sebulan, mumpung mau tahun baru. Jadi jualan mercon, lumayan banget sehari bisa sejuta, biasanya ngganggur jaga parkiran saja," katanya.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads