Tetapi ketika dioperasikan hari ini, para pengunjung terminal baru tak bisa melihat-lihat kebun binatang sembari menunggu pesawat tiba. Terminal baru tak terhubung langsung dengan kebun binatang.
Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II, Budi Karya Sumaji, mengungkapkan bahwa Bandara Sultah Thaha batal menjadi 'zoo airport' karena alasan teknis. AP II saat ini masih berkonsentrasi untuk meningkatkan standar bandara agar sesuai memenuhi standar ICAO. Bila digabung dengan kebun binatang, standar yang perlu dicapai makin sulit dipenuhi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pengelolaan bandara juga akan menjadi lebih sulit bila digabung dengan kebun binatang, belum lagi pengamanannya. Karena itu, konsep 'zoo airport' akan dievaluasi kembali.
"Dari segi teknis tidak gampang. Kita akan pikirkan lagi untuk itu," ucapnya.
Anggota Komisi V DPR asal Jambi, H Ahmad Bakri, menambahkan bahwa kebun binatang yang berada di dekat Bandara Sultan Thaha masih belum begitu bagus pengelolaannya sehingga sulit jadi destinasi wisata favorit.
Bila akan digabung dengan Bandara Sultan Thaha, dirinya meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Jambi membenahi dulu kebun binatang tersebut.
"Pengelolaan kebun binatangnya memang belum maksimal. Pemerintah daerah harus semangat juga membenahi, jangan cuma AP II," tutupnya.
(ang/ang)











































