Terminal Baru Bandara Sultan Thaha Batal Digabung dengan Kebun Binatang

Terminal Baru Bandara Sultan Thaha Batal Digabung dengan Kebun Binatang

Michael Agustinus - detikFinance
Minggu, 27 Des 2015 13:50 WIB
Terminal Baru Bandara Sultan Thaha Batal Digabung dengan Kebun Binatang
Jambi - Terminal Baru Bandara Sultan Thaha Jambi‎ mulai beroperasi hari ini. Terminal baru yang bernuansa kebun binatang ini awalnya akan diintegrasikan dengan kebun binatang yang lokasinya berada sekitar 500 meter dari bandara menjadi 'zoo airport'.

Tetapi ketika dioperasikan hari ini, para pengunjung terminal baru tak bisa melihat-lihat kebun binatang sembari menunggu pesawat tiba. Terminal baru tak terhubung langsung dengan kebun binatang.

Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II, Budi Karya Sumaji, mengungkapkan bahwa Bandara Sultah Thaha batal menjadi 'zoo airport' karena alasan teknis.‎ AP II saat ini masih berkonsentrasi untuk meningkatkan standar bandara agar sesuai memenuhi standar ICAO. Bila digabung dengan kebun binatang, standar yang perlu dicapai makin sulit dipenuhi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Konsep kebun binatang memang unik, tapi ada regulasi. Kita sekarang lagi berupaya meningkatkan standar safety dan security bandara-bandara kita. Mandatori ini kita selesaikan dulu. Kalau kita gabung (dengan kebun binatang, itu sulit. Syarat-sayarat ICAO tidak gampang," papar Budi saat ditemui di Bandara Sultan Thaha, Jambi, ‎Minggu (27/12/2015).

Menurutnya, pengelolaan bandara juga akan menjadi lebih sulit bila digabung dengan kebun binatang, belum lagi pengamanannya. Karena itu, konsep 'zoo airport' akan dievaluasi kembali.

"Dari segi teknis tidak gampang. Kita akan pikirkan lagi untuk itu," ucapnya.

Anggota Komisi V DPR asal Jambi, H Ahmad Bakri, menambahkan bahwa kebun binatang yang berada di dekat Bandara Sultan Thaha masih belum begitu bagus pengelolaannya sehingga sulit jadi destinasi wisata favorit.

Bila akan digabung dengan Bandara Sultan Thaha, dirinya meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Jambi membenahi ‎dulu kebun binatang tersebut.

"Pengelolaan kebun binatangnya memang belum maksimal. Pemerintah daerah harus semangat juga membenahi, jangan cuma AP II," tutupnya.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads