Agar bisa ditetapkan menjadi bandara internasional, jumlah penumpang yang dilayani Bandara Sultan Thaha harus melampaui 2,5 juta orang per tahun.
"Syarat jadi bandara internasional itu 2,5 juta penumpang per tahun. Jadi kita harus tingkatkan jumlah penumpang sampai di atas 2,5 juta per tahun. Kita akan dorong ke arah sana," kata Direktur Utama AP II, Budi Karya Sumadi, saat ditemui di Bandara Sultan Thaha, Jambi, Minggu (27/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau saya lihat mungkin 2 tahun mendatang sudah bisa jadi bandara internasional. Sekarang 1,6 juta penumpang per tahun," tuturnya.
Menurutnya, Bandara Sultan Thaha hanya memerlukan sedikit pembenahan fasilitas saja untuk dapat melayani penerbangan internasional. Fasilitas yang ada saat ini sudah cukup bagus, desain bandara pun sudah menarik.
"Pasti ada penambahan fasilitas kalau untuk jadi bandara internasional, lounge-nya sendiri, check-in sendiri, jadi ada tambahan," ucapnya.
Selain itu, layanan imigrasi dan bea cukai juga harus ada jika bandara ini telah menjadi bandara internasional.
"Begitu jadi bandara internasional ada imigrasi, bea cukai," tutupnya.
Sebagai informasi, Terminal Baru Bandara Sultan Thaha Jambi yang resmi dioperasikan hari ini oleh PT Angkasa Pura II (Persero) membuat penerbangan dari dan ke Jambi menjadi lebih mudah. Terminal baru diyakini dapat meningkatkan jumlah penumpang pesawat sehingga penerbangan dari dan ke Jambi bisa lebih efisien.
Terminal Baru Bandara Sultan Thaha luasnya mencapai 12.000 hektar dan berkapasitas maksimal 3 juta penumpang per tahun. Terminal yang memiliki desain interior 'kebun binatang' ini sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti Self Check-In, komputer untuk internet gratis, wifi, smoking room, charging station, hingga cafe dan restoran di ruang tunggu.
(ang/ang)











































