"Ada penurunan lumayan dari distributor untuk stok yang baru. Sekitar 20-30%, tapi hanya beberapa barang saja kaya jenis PS (play station), lainnya masih tetap," kata Ninik, seorang pedagang di Pusat Elektronik Glodok, Jakarta Barat yang ditemui detikFinance, Minggu (27/12/2015).
Dia menuturkan, penurunan nilai tukar dolar bukan alasan tunggal penurunan harga elektronik. Lesunya daya beli ekonomi yang jadi faktor lain yang mendorong pedagang di tingkat distributor besar mendiskon harga barangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pedagang lainnya, Kiki, menyebut memang ada penurunan barang. Namun menguatnya dolar beberapa waktu sebelumnya membuat penurunan harga tak berarti banyak.
"Kalau barang utuh kayak komputer tetap sama. Yang naik turun itu komponen komputer, ini turun tapi nggak terasa karena sebelumnya pernah naik tinggi karena dolar, turun 5% saja," kata Kiki.
Kiki menjelaskan, fluktuasi harga elektronik akibat naik turunnya dolar tak lagi siginifikan seperti saat awal tahun.
"Sekarang dari distributor patokannya rupiah, jadi dolar berapa pun nggak banyak ngaruh, komponen mungkin ada sedikit turun. Yang lain kaya laptop sama saja harganya. Yang kami keluhkan bukan dolar turun naik, tapi orang malas beli, tahun ini paling parah," tutupnya.
(ang/ang)











































