Agenda peletakan batu pertama atau groundbreaking dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan didampingi oleh Ibu Negara Iriana, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Kapolri Badrodin Haiti serta pejabat lainnya.
"Pakai APBN ya Rp 450 miliar," ujar Jokowi saat menerima laporan dari Kepala Dinas PU Provinsi NTT, Andreas W. Oreh di Belu, NTT, Senin (28/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi menuturkan, bendungan yang ditargetkan selesai pada 2018 ini, juga akan membantu pengairan di sektor pertanian dan perkebunan yang berkembang pada daerah setempat.
"Iya saya kira, kita ingin di NTT ini semuanya ditanam, padi bisa ditanam, jagung bisa ditanam, semua bisa ditanam, kuncinya di air. Nggak ada yang lain lagi," jelasnya.
Dengan demikian, tingginya produksi pangan di NTT akan membantu kecukupan pangan di daerah setempat dan mendorong berbagai kegiatan ekonomi.
"Nah, kalau dibikin bendungan mereka sampaikan bisa 3 kali. Di sini juga seperti itu. Sehingga ada produksi, tentu saja akan meningkatkan daya tahan ekonomi," tegas Jokowi.
(mkl/drk)











































