Dua pejabat eselon I di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja mengumumkan pengunduran diri. Ini tentunya menarik perhatian, sebab dua posisi tersebut dinilai sangat strategis lengkap dengan beban yang cukup besar.
Pertama Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Sigit Priadi Pramudito. Sigit menyatakan pengunduran diri selepas tidak bisa memenuhi target penerimaan pajak pada APBN Perubahan 2015 yang senilai Rp 1.294 triliun.
Kedua adalah Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Djoko Sasono,β dalam selang waktu yang tidak terlalu lama. Djoko mundur dari jabatannya, dengan alasan tidak mampu menata lalu lintas saat liburan natal 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sela-sela agenda peletakan batu pertama atau groundbreaking Bendungan Rotiklot, Jokowi memberikan tanggapannya. Menurut Jokowi sikap yang diambil oleh kedua Dirjen tersebut adalah bagian dari tanggung jawab.
"Kalau itu dari rasa tanggung jawab, itu dari rasa kepantasan atau tidak, saya kira baik. Artinya dari nilai-nilai yang baik," ujar Jokowi di Belu, NTT, Senin (28/12/2015)
Jokowi menyatakan setiap jajaran, baik menteri maupun pimpinan lembaga di kabinet mendapatkan tugas dengan target tersendiri. Tentunyaβ target tersebut kemudian dilanjutkan ke bawahannya, yakni eselon I.
"Iya sekarang semua kerjaan, semua menteri diberikan target, tentu saja menteri memberikan target ke Dirjen, wajar. Mengenai masalah mundur dan tidak mundur, saya kira itu hak dari setiap pribadi-pribadi," jawabnya saat ditanyakan soal target Presiden Jokowi yang terlalu tinggi.
Kepada para menteri, menurut Jokowi tidak ada tuntutan untuk mengundurkan diri bila tidak mencapai target. Namun bila seorang pejabat tidak mampu menjalankan tugasnya, maka mengundurkan diri adalah nilai-nilai yang baik.
"Bukan disarankan, (tapi) itu adalah nilai-βnilai yang baik," tukasnya.
(mkl/rrd)











































