Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebutkan, 10 daerah tersebut adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Candi Borobudur dan sekitarnya, Gunung Bromo, Mandalika, Pulau Komodo, Pulau Wakatobi, dan Pulau Morotai.
Dari 10 daerah wisata yang akan memiliki Badan Otoritas Pariwisata ini, 5 diantaranya adalah daerah wisata yang perlu direvitalisasi, di antaranya Danau Toba, Pulau Komodo, βdan Candi Borobudur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"10 destinasi itu terdiri dari 5 yang perlu revitalisasi, yaitu Danau Toba, Borobudur, Pulau Komodo itu revitalisasi. Tanjung Lesung, Mandalika, Morotai itu masuk KEK. Tanjung Kelayan karena cerita Laskar Pelangi. Lalu Wakatobi, di sana ada segitiga yang terdiri dari Bunaken, Raja Ampat, dan Wakatobi," papar Arief Yahya dalam konferensi pers di Kemenko Kemaritiman dan Sumber Daya, Jakarta, Senin (28/12/2015).
Untuk pilot project, Badan Otoritas Pariwisata akan dibentuk di Danau Toba. Ditargetkan pada Januari 2016 nanti Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba sudah terbentuk.
"Yang akan kita selesaikan Januari 2016 Dabau Toba dulu sebagai model,nanti 9 destinasi lainnya kita buat secara paralelβ," ujar Arief.
Sebagai informasi, Badan Otoritas Pariwisata dibentuk agar pengelolaan daerah tujuan wisata lebih terkoordinasi sehingga bisa lebih cepat berkembang. Badan Otoritas Pariwisata ini berwenang untuk membangun infrastruktur dasar seperti bandar udara, jalan raya, dan sebagainya. Saat ini, pembangunan infrastruktur di daerah-daerah tujuan wisata berjalan lambat karena ada tumpang tindih berbagai institusi pemerintah.
Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba terdiri dari beberapa kementerian dan lembaga seperti Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, dan lain-lain. Infrastruktur yang akan dibangun diantaranya jalan raya, pelabuhan, bandara, jaringan internet. Pembangunan infrastruktur akan dikoordinasikan bersama di Badan Otoritas Pariwisata.
(ang/ang)











































