Kuota Impor Sapi Bakalan Tahun Depan Turun 2,7%

Kuota Impor Sapi Bakalan Tahun Depan Turun 2,7%

Lani Pujiastuti - detikFinance
Senin, 28 Des 2015 19:30 WIB
Kuota Impor Sapi Bakalan Tahun Depan Turun 2,7%
Jakarta - Pemerintah menetapkan kuota impor sapi bakalan tahun depan total sebanyak 600.000 ekor. Keputusan ini merupakan hasil rapat bidang pangan bersama beberapa menteri. Selain kuota impor sapi, dalam rapat ini juga ditetapkan kuota impor kedelai dan gula tahun depan.

Terkait impor sapi bakalan, jumlah tahun depan berkurang sekitar 2,7% dibandingkan kuota impor sapi di 2015 yang mencapai 617.000 ekor, dengan rincian:

  • Kuartal I sebanyak 100.000 ekor
  • Kuartal II sebanyak 267.000 ekor
  • Kuartal III 50.000 ekor
  • Kuartal IV 200.000 ekor
"Tadi itu yang dibahas ternak sapi, kedelai, dan gula. Jadi untuk sapi impornya tahun depan itu setahun diperkirakan 600.000 ekor sapi bakalan," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution ditemui usai rapat di kantornya, Jakarta, Senin (28/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kuota 600.000 ekor akan dibagi impornya secara kuartalan, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Pelaksanannya itu per kuartal. Kuartal pertama mungkin sedikit lebih banyak yaitu 200.000 ekor. Kuartal kedua 150.000 ekor karena itu kan mau puasa dan Lebaran. Setelah itu lewat Lebaran kita lihat apakah memang masih seperti kuartal sebelumnya, atau sedikit lebih di bawah atau di atas kita evaluasi," jelasnya.

Sedangkan penyediaan sapi impor dalam bentuk sapi indukan maupun sapi potong, kata Darmin, belum diputuskan pemerintah.

"Sapi indukan dan sapi potong tidak ada. Belum ada kita bicarakan. Kalau daging ada tapi nggak banyak. Impor secondary cut-nya Bulog jadi sedikit aja. Daging ada berbagai jenis mungkin 50.000 ton, semua daging-daging. Bisa prime cut atau secondary cut," ujarnya.

Kuota tersebut, menurutnya, melihat realisasi tahun sebelumnya. Saat kuota ditetapkan 12.000 ton untuksatu kuartal realisasinya tidak sampai 50%.

"Faktanya, misal tahun kemarin per kuartal disediakan kuota 12.000 ton per kuartal, hanya terpakai 50% atau 30%," kata Darmin.

(rrd/rrd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads