Terkait impor sapi bakalan, jumlah tahun depan berkurang sekitar 2,7% dibandingkan kuota impor sapi di 2015 yang mencapai 617.000 ekor, dengan rincian:
- Kuartal I sebanyak 100.000 ekor
- Kuartal II sebanyak 267.000 ekor
- Kuartal III 50.000 ekor
- Kuartal IV 200.000 ekor
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaksanannya itu per kuartal. Kuartal pertama mungkin sedikit lebih banyak yaitu 200.000 ekor. Kuartal kedua 150.000 ekor karena itu kan mau puasa dan Lebaran. Setelah itu lewat Lebaran kita lihat apakah memang masih seperti kuartal sebelumnya, atau sedikit lebih di bawah atau di atas kita evaluasi," jelasnya.
Sedangkan penyediaan sapi impor dalam bentuk sapi indukan maupun sapi potong, kata Darmin, belum diputuskan pemerintah.
"Sapi indukan dan sapi potong tidak ada. Belum ada kita bicarakan. Kalau daging ada tapi nggak banyak. Impor secondary cut-nya Bulog jadi sedikit aja. Daging ada berbagai jenis mungkin 50.000 ton, semua daging-daging. Bisa prime cut atau secondary cut," ujarnya.
Kuota tersebut, menurutnya, melihat realisasi tahun sebelumnya. Saat kuota ditetapkan 12.000 ton untuksatu kuartal realisasinya tidak sampai 50%.
"Faktanya, misal tahun kemarin per kuartal disediakan kuota 12.000 ton per kuartal, hanya terpakai 50% atau 30%," kata Darmin.
(rrd/rrd)











































