Kementerian Perdagangan (Kemendag) optimis ekspor Indonesia bisa semakin melesat di era MEA ini. Kinerja perdagangan Indonesia dengan negara-negara ASEAN pada tahun ini pun sudah jauh lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) periode Januari-Oktober 2015 terlihat bahwa neraca perdagangan non migas Indonesia ke kawasan ASEAN mengalami surplus sebesar US$ 1,6 miliar atau meningkat sekitar 257,13% bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang defisit US$ 1,02 miliar," papar Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Nus Nuzulia Ishak, melalui surat elektronik kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (31/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kawasan ASEAN: Produk Kimia (9.88%), Otomotif (14.55%), Mesin – mesin (5.81%), Makanan Olahan (12.67%), Tekstil & Produk Tekstil (5.13%), Perhiasan (19.48%), Plastik (7.96%), Ikan & Produk Ikan (10.87%), Rempah – rempah (15.52%), Kopi (23.84%), Alas Kaki (13.12%), Kerajinan (10.63%), Kulit & Produk Kulit (8.90%) dan Udang (28.30%).
Tiongkok: Kayu, Pulp & Furnitur (17.19%), Produk Kimia (4.14%), Tekstil & Produk Tekstil (19.92%), Makanan Olahan (26.06%), Otomotif (4.16%), Alas Kaki (38.54%), Plastik (9.35%), Ikan & Produk Ikan (20.19%), Udang (67.66%), Kulit & Produk Kulit (24.49%), Kopi (33.25%), Rempah – rempah (36.40%), Kerajinan (17.27%) dan Perhiasan (154.68%).
Jepang: Kayu, Pulp & Furniture (0.15%), Tekstil & Produk Tekstil (16.37%), Mesin – mesin (7.72%), Otomotif (4.83%), Produk Kimia (7.02%), Perhiasan (209.41%), Produk Plastik (2.31%), Udang (3.25%), Alas Kaki (23.04%), Kerajinan (0.01%), Rempah – rempah (12.66%) dan Kulit & Produk Kulit (2.23%).
Korea Selatan: Kayu, Pulp & Furnitur (0.80%), Tekstil & Produk Tekstil (5.56%), Produk Kimia (1.88%), CPO & Turunannya (71.82%), Mesin – mesin (12.88%), Makanan Olahan (22.56%), Otomotif (30.52%), Alas Kaki (34.86%), Plastik (13.94%), Kerajinan (20.07%), Kulit & Produk Kulit (0.11%), dan Udang (28.51%).
Untuk semakin menggenjot ekspor Indonesia, Nus menambahkan, Kemendag juga telah membuka AEC (ASEAN Economic Community) Centre yang bertujuan memberikan informasi peluang pasar yang harus diraih kepada segenap pemangku kepentingan, khususnya pejabat pemerintah daerah, pelaku bisnis, akademisi dan masyarakat umum.
"Kedepannya Kementerian Perdagangan akan terus mengupayakan promosi atas produk-produk andalan tersebut dan melakukan diversifikasi pasar guna meningkatkan kemampuan penetrasi produk-produk unggulan dalam negeri memasuki pasar-pasar yang masih cukup potensial," tutupnya.
(hns/hns)










































