Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini mengunjungi teminal baru Bandara Domine Eduard Osok (DEO) di Sorong, Papua Barat. Kunjungan ini merupakan rangkaian kunjungan kerja di Papua.
"Saat ini proses pengembangannya sudah 99%. Tinggal menunggu pemasangan garbarata saja, sisanya pekerjaan kecil. Saya dapat laporan Januari bisa selesai, ya operasinya sekitar Bulan Februari 2016," ujar Jokowi di sela kunjungannya di Bandara DEO, Sorong, Papua Barat, Kamis (31/12/2015).
Pengembangan bandara DEO dimulai pada 2011 hingga 2015. Pada akhir tahun ini, pengembangan yang telah dikerjakan diantaranya adalah pembangunan gedung terminal penumpang menjadi 2 lantai, pemasangan garbarata dan fixed bridge, baggage handling system, lift terminal, x ray bagasi dan kabin multi view.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Total anggaran untuk pengembangan terminal baru bandara DEO ini sebesar Rp 236 miliar. Khusus di 2015, dan yang dialokasikan untuk pengembangan Bandara ini Rp 154 miliar," ujar Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang mendampingi kunjungan Jokowi tersebut.

Setelah mengalami perbaikan, Bandara DEO Sorong kini tampak lebih megah dan nyaman, dengan desain arsitektur terminal penumpang yang lebih modern.
Memiliki luas 13.700 meter persegi, termina Bandara yang dibangun 2 lantai dan memiliki fasilitas-fasilitas yang lebih lengkap yang akan menambah kenyamanan penumpang dengan daya tampung hingga 782 penumpang.
"Ini warnanya merah semu ungu. Mirip warna buah pala. Bentuk ornamennya pun mirip buah pala. Jadi arsitekturnya mencerminkan kebudayaan daerah sini (Sorong)," jelas Jonan.

Selain peningkatan kualitas dan penampilan bandara, Jonan menjelaskan bahwa pihaknya juga bakal meningkatkan kapasitas landasan pacu salah satu Bandara Tersibuk di Papua Barat tersebut.
"Sekarang panjangnya 2060 meter. Akan kita perpanjang menjadi 2500 meter. Jadi jet-jet berbadan besar bisa mendarat di sini. Bandara ini akan jadi hub atau pengumpan ke kabupaten-kabupaten lain di Papua Barat," pungkasnya.
(dna/hns)