Direktur Bandar Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso mengatakan, kegiatan pengembangan bandara Wamena yang dilakukan berupa pembangunan terminal penumpang seluas 4000 meter persegi.
Sebelumnya, para penumpang hanya dilayani oleh terminal darurat seluas 965 meter persegi berbentuk bangunan semi permanen terbuat dari bilik-bilik kayu yang dikombinasikan dengan asbes sebagai dinding dan atapnya. Sementara, sebagai pengganti jendela dipasang kawat jaring.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan terminal penumpang bandara Wamena dilakukan sejak 2014 melalui DIPA Tahun Anggaran 2014 untuk pembangunan gedung terminal tahap I dan dilanjutkan di tahun anggaran 2015 melalui pembangunan gedung terminal tahap II.
"Total anggarannya mencapai Rp 54,033 miliar," jelas dia.
Keberadaan Bandara Wamena sangat penting karena saat ini bandara ini menjadi penghubung utama wilayah Jayawijaya dengan Jayapura dan kabupaten pemekaran lainnya di Papua seperti, Kabupaten Lanny Jaya, Tolikara dan lainnya.
Pesawat yang biasa beroperasi di Bandara Wamena untuk melayani penerbangan yaitu, mulai dari pesawat kecil seperti Cessna, ATR-72, Boeing 732 dan 733 hingga pesawat berbadan besar seperti Boeing 737-300.β
(dna/hns)











































