Kontrak yang ditandatangani pada hari ini diantaranya untuk pengadaan alat mesin pertanian (alsintan), pencetakan sawah baru, pengadaan pupuk subsidi, dan pengadaan benih subsidi.
Dari kontrak senilai Rp 34,6 triliun tersebut, dana sebanyak Rp 30 triliun berasal dari anggaran subsidi, sisa Rp 4,6 triliun berasal dari anggaran Kementan. Dengan ditandatanganinya kontrak-kontrak ini, Kementan telah memproses 14,6% dari total alokasi anggarannya dalam APBN 2016 di hari kerja pertama 2016.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan telah ditekennya kontrak-kontrak ini, Amran berharap program-program untuk mendorong produksi pangan nasional di 2016 bisa langsung tancap gas. Dirinya berpesan kepada Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) dan Sang Hyang Sri (SHS) agar tidak terlambat mendistribusikan pupuk dan benih ke petani, sehingga musim tanam tak terhambat.
"Saya pesan ke PIHC, setiap kita ke lapangan keluhannya pupuk. Saya pesan ke Dirut SHS, tolong benih ini nafasnya pertanian, kalian penentu maju mundurnya negara kita. Tolong kita kerja keras ke depan, jangan sampai ada keluhan. Target kita di 2016 luas tanam padi 9 juta hektar," tandasnya.
Amran juga berpesan kepada para bawahannya agar bekerja cepat, tidak menunda-nunda lelang pengadaan barang dan jasa. Jika ada pejabat yang lamban dalam melakukan lelang, jabatannya akan dilelang.
"Kalau lelang terlambat, jabatan dilelang. Minggu depan sudah ada 9 pejabat eselon II yang jabatannya dilelang," pungkasnya.
(hns/hns)











































