Di tengah kondisi ekonomi China dan Amerika Serikat (AS) yang belum pulih total, pemerintah Indonesia ingin meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan dengan negara lain, seperti India, Amerika Utara, Australia, dan juga Kanada.
"Betul sekali karena perekonomian India kan lagi naik daun luar biasa. Jadi pertumbuhan India itu tertinggi di antara semua negara berkembang yang besar ya, jadi memang kami mau memberikan perhatian khusus ke perdagangan dengan India," kata Menteri Perdagangan, Thomas Lembong, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (4/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
India saat ini juga telah menjadi salah satu eksportir beras terbesar di dunia, dengan nilai ekspor US$ 3-5 miliar per tahun. Menurut Lembong, India bisa menjadi salah satu negara sumber beras impor Indonesia.
Tak hanya India, Lembong mengungkapkan, Indonesia juga ingin menjalin kerja sama dengan Kanada dan Australia di bidang peternakan dan agrikultur.
"Mereka (Kanada dan Australia) punya kecanggihan, kita punya modal, punya tenaga kerja yang jumlahnya besar dan upahnya kompetitif," ujar Lembong.
"Kami lagi menyiapkan pendekatan yang terpadu antara pariwisata, industri, investasi, dan perdagangan. Jadi kami sekarang lebih ngomong hubungan ekonomis bukan hanya perdagangan, karena ada beberapa dimensi satu hubungan ekonomi antara 2 negara," ungkap Lembong.
(dnl/ang)











































