Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Suahasil Nazara mengatakan, anggaran infrastruktur yang dipakai di 2015 ini akan memiliki efek jangka menengah hingga 2017. Karena pembangunan fisik infrastruktur akan memakan waktu lebih dari setahun.
"Belanja modal di APBN-P 2015 Rp 213 triliun, yang tumbuh dibanding Rp 138 triliun di 2014. Ini dipakai untuk belanja infrastruktur, ini akan punya efek di 2017 di jangka menengah, ini kenapa jadi perhatian karena efeknya di jangka menengah," jelas Suahasil dalam keterangannya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (4/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suahasil mengatakan, APBN Perubahan (APBN-P) 2015 ditutup dengan jumlah defisit 2,8%. Berdasarkan realisasi (sementara), pendapatan negara sebesar Rp 1.491,5 triliun dan belanja negara sebesar Rp 1.810,0 triliun.
"Empat hari setelah tutup tahun ini, kita bisa pikirkan yaitu APBN 2015 kemarin memang adalah APBN yang di mana situasi ekonomi global tidak menentu, masih dalam fase perlambatan," kata Suahasil.
Untuk APBN 2016, pemerintah menggenjot pelaksanaan dari awal tahun. Sehingga semua target penerimaan dan belanja negara bisa tercapai tinggi.
(dnl/ang)











































