Penumpang Pesawat Rute Domestik Tembus 61,98 Juta Orang

Penumpang Pesawat Rute Domestik Tembus 61,98 Juta Orang

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Senin, 04 Jan 2016 15:57 WIB
Penumpang Pesawat Rute Domestik Tembus 61,98 Juta Orang
Jakarta - Jumlah penumpang pesawat domestik di Indonesia tumbus 61,98 juta orang untuk periode Januari-November 2015, dibandingkan periode sama di 2014. Penumpang pesawat domestik tercatat naik 15,96% dari periode sebelumnya yang sebesar 53,44 juta orang.

"Jumlah penumpang domestik mencapai 61,98 juta orang atau naik 15,96%," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin saat jumpa pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (4/1/2016).

Jumlah penumpang penerbangan domestik terbesar disumbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng yakni 17,49 juta orang pada periode Januari-November 2015, kemudian disusul oleh Bandara Juanda Surabaya sebesar 6,18 juta penumpang, Bandara Ngurah Rai Bali sebesar 3,81 juta penumpang. Selanjutnya, Bandara Hasanuddin Makassar sebanyak 3 juta penumpang dan Bandara Kualanamu Medan sebanyak 2,93 juta penumpang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kontribusi terbesar tercatat dari bandara lain, di luar 5 bandara besar tadi, yakni mencapai 28,54 juta penumpang atau naik 50,93%. Berbeda dengan penumpang domestik, penumpang penerbangan internasional ke luar negeri hanya tumbuh 0,32% yakni dari 12,33 juta orang (periode Januari-November 2014) menjadi 12,37 juta orang (periode Januari-November 2015).

"Jumlah penumpang ke luar negeri terbesar melalui Bandara Soekarno Hatta mencapai 5,7 juta orang atau 46,06% dari jumlah penumpang luar negeri, kemudian diikuti Bandara Ngurah Rai 4 juta orang atau berkontribusi 32,05%," paparnya.

Dari data tersebut, perlambatan ekonomi hingga regulasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terhadap pengaturan tarif batas bawah atau pengaturan tiket penerbangan murah, ternyata tak berdampak terhadap minat memakai pesawat.

"Nggak ada pengaruh berapun beli. Kalau menurut orang sekarang lebih kepada service yang diperhatikan, daripada delay terus," tambahnya.

(feb/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads