Kepada jajaran menteri bidang ekonomi, Jokowi meminta kestabilan harga pangan strategis dijaga dengan baik pada tahun ini agar masyarakat tidak kesulitan.
"Kami tadi bersama Menteri Perdagangan, Menteri Perekonomian, diminta supaya kita menjaga harga pangan strategis di pasar. Itu yang harus dijaga," tutur Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat ditemui di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (6/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya menjamin produksi beras masih aman meski ada gangguan musim tanam akibat el nino di akhir 2015. Stok beras Perum Bulog juga masih dalam jumlah aman.
"Kemudian di Februari akan ada produksi 1 juta hektar (ha), berarti 6 juta ton gabah kering giling (GKG). Saat ini stok kita masih aman, di Bulog ada 1,2 juta ton," tukas Amran.
Operasi pasar beras juga dilakukan supaya harga beras tidak melonjak tinggi saat musim paceklik di awal 2016 ini. Perum Bulog telah menyiapkan 150.000 ton beras untuk operasi pasar di Januari 2016 ini. Untuk menggenjot produksi beras, Kementerian Pertanian berupaya mempercepat musim tanam di Desember 2015 dan Januari 2016, sehingga ada panen beras yang cukup banyak di Maret-April 2016.
Menurutnya, pasokan beras saat ini masih aman. Indikatornya adalah pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang yang masih di atas normal. Karena itu, stabilitas harga pangan, khususnya beras,tak perlu dikhawatirkan.
"Pasokan beras ke Cipinang biasanya 2.000-3.000 ton per hari, tadi 3.900 ton per hari, ini termasuk tinggi. Artinya petani kita berproduksi," tutup Amran.
(hns/hns)











































