"Total penerimaan bea dan cukai selama 2015 adalah sebesar Rp 180,4 triliun atau lebih rendah sedikit dari target di APBNP, " ungkap Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi dalam konferensi pers di Kantor Pusat DJBC, Jakarta, Jumat (8/1/2016).
Realisasi tersebut meliputi bea masuk sebesar Rp 31,9 triliun. Sedikit lebih rendah dari target yang ditetapkan Rp 37,2 triliun. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 32,9 triliun atau ada penurunan 3% atau Rp 1 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan bea keluar terealisasi sebesar Rp 3,9 triliun atau menurun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 11,3 triliun.
Ini dikarenakan penurunan harga CPO sampai di bawah US$ 750 per metrik ton yang merupakan batas pengenaan bea keluar.
"Bea keluar paling banyak disumbangkan dari ekspor mineral yang pada akhir tahun juga mengalami penurunan seiring penurunan tarif akibat meningkatnya progresi pembangunan smelter," paparnya.
(mkl/drk)










































