Kementerian Pertanian (Kementan) merasa heran dengan naik turunnya harga cabai yang terjadi sepanjang tahun. Harga cabai di awal 2016 ini kembali naik setelah jatuh pada akhir 2015 lalu.
"Ini aneh, 2 bulan yang lalu harga cabai turun, lagi Rp 17.000/kg, murah. Kami sampai beli ke petani untuk bantu mereka," tutur Direktur Budidaya dan Pasca Panen Sayuran Kementan, Yanuardi, saat meninjau sentra cabai di Desa Cimahi, Garut, Jumat (8/1/2016).
Menurut Yanuardi, tidak ada masalah di sisi pasokan, harusnya harga cabai stabil. Berdasarkan data hasil perhitungan Kementan, sebenarnya produksi cabai nasional surplus, mampu mencukupi seluruh kebutuhan di dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi diakuinya, pasokan cabai memang tidak merata sepanjang tahun meski total produksi melebihi angka konsumsi tahunan. Ada bulan-bulan tertentu dimana produksi cabai sedikit sehingga ada defisit dibanding kebutuhan.
Untuk mengatasi hal tersebut, Yanuardi mengaku telah membuat program untuk mengatur pola tanam cabai dalam setahun. Penanaman cabai di berbagai daerah sentra diatur agar tidak bersamaan, sehingga panen juga tidak menumpuk di satu waktu.
Ketika sentra yang satu sedang panen, maka tanam cabai dimulai di sentra lainnya. Dengan begitu, produksi cabai lebih merata, terus tersedia sepanjang tahun.
"Kita kan mengatur manajemen produksi tanam. Itu upaya kita. Kita ingin produksi stabil sesuai kebutuhan," tutupnya.
(hns/hns)











































