Harga Bawang Merah di Petani Rp 11.000/Kg, Sampai di Jakarta Naik 2 Kali Lipat

Harga Bawang Merah di Petani Rp 11.000/Kg, Sampai di Jakarta Naik 2 Kali Lipat

Michael Agustinus - detikFinance
Sabtu, 09 Jan 2016 16:23 WIB
Harga Bawang Merah di Petani Rp 11.000/Kg, Sampai di Jakarta Naik 2 Kali Lipat
Garut -

Hari ini, Kementerian Pertanian (Kementan) meninjau langsung panen bawang merah di Desa Panembong, Kecamatan Bayombong, Kabupaten Garut untuk memantau langsung produksi dan harga bawang merah di sentranya.

Berdasarkan pantauan tersebut, didapati bahwa harga bawang merah di tingkat petani berkisar antara Rp 10.000- Rp11.000/kg. Lalu di pedagang pengumpul alias tengkulak sebesar Rp 12.000β€Ž- Rp 12.500/kg. Di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, harga bawang merah menjadi Rp 22.000/kg.

"Jadi harga di petani Rp 10.000- Rp 11.000/kg, di tengkulak Rp 12.000- Rp 12.500/kg, di Pasar Induk (Kramat Jati) Rp 22.000/kg," ungkap Direktur Budidaya dan Pasca Panen Sayuran Kementan, Yanuardi, saat meninjau sentra bawang merah di Desa Panembong, Garut, Sabtu (9/1/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yanuardi mengaku heran dengan besarnya perbedaan harga bawang merah di tingkat petani dan di Jakarta tersebut. Harga di Jakarta mencapai 2 kali lipat dari harga di petani.β€ŽΒ 

"Kita nggak tahu juga kenapa naik 100%. Kita kan nggak bisa menentukan harga," tuturnya.

Dia menambahkan, harusnya harga bawang merah di Jakarta tidak semahal itu karena jalur distribusi bawang merah dari Garut ke Jakarta sudah bagus. Jalan masuk ke kebun milik petani sudah diaspal, sudah bisa dilalui oleh mobil pengangkut (pick up).

Harga bawang merah juga harusnya stabil sepanjang tahun karena produksi bawang merah nasional sudah dapat mencukupi seluruh konsumsi di dalam negeri.β€Ž

"Stok kita amanβ€Ž," tegas Yanuardi.

Berdasarkan data Kementan, produksi bawang merah Indonesia mencapai kurang lebih 1,291 juta ton per tahun, sedangkan konsumsinya 880 ribu ton per tahun sehingga ada surplus 449 ribu ton.

Sebagian dari surplus bawang merah tersebut diekspor ke Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Pada 2015 lalu ekspor mencapai 14.100 ton.

(hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads