AS Hapus Subsidi Pertanian, Ini Manfaat Bagi Petani RI

AS Hapus Subsidi Pertanian, Ini Manfaat Bagi Petani RI

Muhammad Idris - detikFinance
Minggu, 10 Jan 2016 11:00 WIB
AS Hapus Subsidi Pertanian, Ini Manfaat Bagi Petani RI
Jakarta - Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia (Gakoptindo), Aip Syarifudin mengatakan, penghapusan subsidi pertanian oleh negara anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), seperti Amerika Serikat (AS) paling lambat pada 2018 mendatang, bisa dimanfaatkan Indonesia melakukan percepatan swasembada pertanian seperti kedelai.

Indonesia sendiri pernah menikmati swasembada kedelai, tepatnya pada 1992 di masa Orde Baru. Namun, saat ini sebagian besar kebutuhan kedelai harus diimpor dari AS. Rata-rata Indonesia mengimpor sebesar 2 juta ton setahun dari kebutuhan nasional sebanyak 2,5 juta ton.

“Harga kedelai (impor) dipastikan naik setelah kewajiban subsidi pertanian dihapus, terutama dari Amerika Serikat (AS). Harusnya bisa dimanfaatkan pemerintah mulai tingkatkan produksi kedelai dalam negeri,” ujarnya pada detikFinance, Minggu (10/1/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, kata Aip, harga kedelai impor asal AS dipatok Rp 7.000/kg. Sementara kedelai lokal lebih mahal di kisaran Rp 7.700. Dengan harga lebih mahal, kualitas kedelai lokal juga jauh di bawah kedelai impor, itu pun dengan pasokan dari petani yang tak menentu.

“Jelas kalah harga dan kualitas daripada kedelai Amerika,” terangnya.

Aip mengungkapkan, dengan kewajiban penghapusan subsidi pada petani AS, harga kedelai impor asal Negeri Paman Sam tersebut juga akan terkerek naik sehingga petani Indonesia bisa lebih bergairah menanam kedelai karena harga kedelai impor lebih mahal.

“Kalau subsidi dihapus pasti (kedelai impor) lebih mahal kan,” tutupnya.

(feb/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads