Indonesia sendiri pernah menikmati swasembada kedelai, tepatnya pada 1992 di masa Orde Baru. Namun, saat ini sebagian besar kebutuhan kedelai harus diimpor dari AS. Rata-rata Indonesia mengimpor sebesar 2 juta ton setahun dari kebutuhan nasional sebanyak 2,5 juta ton.
“Harga kedelai (impor) dipastikan naik setelah kewajiban subsidi pertanian dihapus, terutama dari Amerika Serikat (AS). Harusnya bisa dimanfaatkan pemerintah mulai tingkatkan produksi kedelai dalam negeri,” ujarnya pada detikFinance, Minggu (10/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jelas kalah harga dan kualitas daripada kedelai Amerika,” terangnya.
Aip mengungkapkan, dengan kewajiban penghapusan subsidi pada petani AS, harga kedelai impor asal Negeri Paman Sam tersebut juga akan terkerek naik sehingga petani Indonesia bisa lebih bergairah menanam kedelai karena harga kedelai impor lebih mahal.
“Kalau subsidi dihapus pasti (kedelai impor) lebih mahal kan,” tutupnya.
(feb/feb)











































