Hadapi Globalisasi, Jokowi: Kita Harus Kerja Pagi, Siang, dan Malam

Hadapi Globalisasi, Jokowi: Kita Harus Kerja Pagi, Siang, dan Malam

Elza Astari Retaduari - detikFinance
Minggu, 10 Jan 2016 13:27 WIB
Hadapi Globalisasi, Jokowi: Kita Harus Kerja Pagi, Siang, dan Malam
foto: Jokowi saat berbicara di Rakernas PDIP
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, pasar bebas di sektor ekonomi (globalisasi) sudah mulai berjalan. Negara-negara besar di dunia membentuk koalisi dagang, seperti Amerika Serikat dengan Trans-Pacific Partnership (TPP), Uni Eropa dengan European Free Trade Association, dan juga China.

Langkah negara besar itu dilakukan untuk memperkuat posisi dagang. Melihat hal ini, Indonesia tak bisa lagi menghindar. Jokowi mengatakan, pemerintah dan pekau ekonomi dalam negeri harus bekerja keras dari pagi hingga malam untuk menghadapi itu.

"Kita nggak pro liberalisasi, ini fakta. Kompetisi persaingan sudah di depan mata. Perbaikan yang kurang dalam menghadapi persaingan harus dikejar pagi siang malam. Nggak ada cara lain," Kata Jokowi, dalam Rakernas PDIP di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (10/1/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengaku, harus ada langkah perbaikan dan peningkatan di sektor infrastruktur hingga sumber daya manusia. Untuk infrastruktur, ia mengambil contoh pembangunan bendungan dan saluran irigasi. Langkah ini diambil untuk meningkatkan daya saing Indonesia di sektor pangan.

"Bagaimana produk pangan kita bisa bersaing makanya disediakan bendungan dan irigasi. Itu kunci produk pangan kita," jelasnya.

Pemerintah, lanjut Jokowi, akan membangun 49 bendungan baru hingga saluran irigasi pendukungnya dalam 5 tahun ke depan.

"Saya baru resmikan Bendungan Raknamo (NTT). Kemudian di NTT ada 7 bendungan besar akan dibangun, tanpa bendungan maka nggak ada air di NTT dan NTB sehingga nggak bisa tanam padi, sorgum, kedelai, jagung," sebutnya.

Di sektor transportasi, Pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang membangun pelabuhan raksasa, seperti Kuala Tanjung di Sumatera Utara, Pelabuhan New Priok di Jakarta Utara, hingga New Makassar Port di Sulawesi Selatan. Pelabuhan dibangun untuk mendukung transportasi laut dan menurunkan ongkos logistik.

"Produk ada mau dikirim ke Jawa, pelabuhan nggak siap maka harga produk kita akan mahal dan nggak bisa bersaing. Pelabuhan adalah kuncinya, karena 2/3 (wilayah) kita adalah air," tambahnya.

(feb/mkl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads