Perawat RI Diminati di Bursa Tenaga Kerja Luar Negeri

Perawat RI Diminati di Bursa Tenaga Kerja Luar Negeri

Michael Agustinus - detikFinance
Selasa, 12 Jan 2016 14:40 WIB
Foto: Michael Agustinus - detikFinance
Jakarta - Selama ini Tenaga Kerja Indonesia (TKI) identik dengan pekerja kasar. Padahal, banyak juga TKI berketerampilan tinggi di luar negeri, salah satunya adalah perawat. Menurut Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), perawat Indonesia sangat diminati di bursa tenaga kerja berbagai negara.

Saat ini, tenaga kerja terampil seperti perawat lebih diandalkan oleh BNP2TKI dibanding tenaga kerja kasar.

Perawat asal Indonesia sudah banyak yang dikirim ke Jepang, Timur Tengah, Eropa, Australia, Amerika Serikat, dan Kanada. Perawat dari Indonesia sangat diminati karena memiliki keterampilan yang lebih baik dibanding perawat-perawat dari negara lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tenaga kerja kita masukan sebagai salah satu sektor jasa. ‎Salah satu jasa yang bisa kita promosikan adalah jasa tenaga kerja kita yang terampil. Kita sudah banyak mengirim perawat ke Jepang, Dubai, Timteng, Eropa, Australia, Amerika Seikat, dan Kanada," kata Kepala BNP2TKI Nusron Wahid dalam konferensi pers di Kementerian Perdagangan‎, Jakarta, Selasa (12/1/2016).

Nusron menuturkan, perawat asal Indonesia paling diminati di Jepang. Hasil ujian perawat dari Indonesia jauh lebih baik dibanding perawat dari Filipina.‎

"Di Jepang perawat kita nomor 1 dan paling diminati. Setiap ujian nasional, tingkat kelulusan perawat Indonesia 68% sedangkan Filipina hanya 38%. Ternyata Indonesia lebih unggul kalau belajar Bahasa Jepang," tukas dia.

Selain perawat, TKI berketerampilan tinggi juga bekerja sebagai koki, pekerja galangan kapal, dan pekerja industri otomotif di Amerika Serikat. ‎

"Di kota LA (Los Angeles) ada 93.000 TKI di sana, rata-rata di sektor jasa toko restoran. Di New York ada 29.000 TKI, diantaranya perawat, pekerja galangan kapal, dan sebagainya," ungkap Nusron.

Ke depan, Nusron ingin pengiriman TKI ke luar negeri lebih didominasi pekerja berketerampilan tinggi. Menurut dia, hal itu sangat memungkinkan karena banyak pengangguran yang sebenarnya berpendidikan menengah dan tinggi di Indonesia.

Setiap tahun hanya ada sekitar 1,5 juta lapangan kerja baru, sementara angkatan kerja bertambah 2,8 juta orang per tahun sehingga 1,3 juta orang yang tidak memperoleh lapangan kerja tersebut banyak yang berketerampilan tinggi.

"Kami dapat mandat untuk mengubah wajah TKI kita, jangan lagi pekerja kasar. Maka kami pasarkan alumni SMK dan perawat yang tidak laku di Indonesia. Kita minta tolong Kementerian Perdagangan untuk bantu marketing," ujarnya.

‎Pada 2015 lalu, dana yang dikirimkan para TKI ke Indonesia mencapai US$ 10,5 miliar, naik 24% dibanding 2014. Tahun ini ditargetkan bisa naik 10% sampai 15%.‎

"Jasa tenaga kerja mendatangkan uang US$ 10,5 miliar di 2015, naik 24%. Disebabkan kenaikan gaji di beberapa negara, terutama di Timteng dan Taiwan," tutupnya.

(feb/feb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads