Lewat kehadiran para TKI inilah masyarakat dunia bisa lebih mengenal Indonesia.
"Saya menganggap TKI itu papan iklan utama untuk Indonesia. Mungkin nggak terkalahkan sebagai yang menciptakan kesan tentang Indonesia. Ada ratusan ribu TKI, atase perdagangan tidak ada apa-apanya," kata Lembong dalam konferensi pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta, βSelasa (12/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu dampak dari TKI secara tidak langsung, sekarang seluruh Timteng ketagihan Indomie karena pengasuh kita memberi Indomie kepada anak-anak di Timteng, orang tuanya ikut ketagihan juga. Jadi itu marketing yang tidak langsung," ucapnya.
Lembong ingin produk-produk Indonesia lainnya bisa dipopulerkan ke berbagai negara melalui para TKI.β
"Bayangan saya, TKI kita kalau kerja di luar, pasti rindu barang-barang Indonesia. Makanan minuman, hiasan Indonesia, dan sebagainya. Kalau ITPC (Indonesian Trade Promotin Center) dan Atdag kita bisa memfasilitasi, biasanya menular ke kawan-kawan TKI, majikan, dan lingkungan pekerjanya. Saya harap selera produk Indonesia bisa merembes ke sekeliling TKI kita," ujar dia.
Salah satu produk yang bisa semakin besar ekspornya dengan memanfaatkan keberadaan para TKI adalah makanan dan minuman olahan.β
"Makanan dan minuman, snack. Kalau melihat betapa populernya makanan Thailand, saya yakin kuliner Indonesia juga bisa populer," tandas Lembong.
Selain makanan, produk fashion Indonesia juga bisa dikenal dan diminati pasar dunia melalui para TKI.β
"Fashion juga. Kita punya kreativitas di situ, orang Indonesia cukup modis, seleranya baik. Contohnya Islamic fashion, kemampuan designer kita untuk memadukan tradisi Muslim dengan pola modern canggih sekali. Itu peluang, itu sangat feasible bagi majikan dan kawan-kawan TKI kita di luar," tutupnya
(feb/feb)











































