Beroperasi 18 Jam/Hari, Kereta Cepat JKT-BDG Pakai Pembangkit Listrik Sendiri

Beroperasi 18 Jam/Hari, Kereta Cepat JKT-BDG Pakai Pembangkit Listrik Sendiri

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 13 Jan 2016 12:10 WIB
Beroperasi 18 Jam/Hari, Kereta Cepat JKT-BDG Pakai Pembangkit Listrik Sendiri
foto: rencana kereta cepat Jakarta-Bandung buatan China (dok. PT KCIC)
Jakarta - Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan mulai melayani penumpang di 2019. Saat beroperasi, kereta cepat akan menghubungkan 4 stasiun, yakni Halim Perdanakusuma, Karawang, Walini, dan Tegalluar (dekat Gedebage) sepanjang 142 kilometer (km).

Kereta akan beroperasi selama 18 jam setiap harinya.

"Operasi 18 jam, spare waktu 6 jam dipakai untuk maintenace," kata Direktur Pengembangan TOD PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwi Windarto, Rabu (13/1/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mendukung pengoperasian kereta, jaringan kereta cepat Jakarta-Bandung membutuhkan pasokan listrik yang stabil dan besar. Dalam praktik di luar negeri, pasokan listrik ke High Speed Train (HST) datang dari jaringan yang telah ada.

Namun, KCIC membuka opsi membangun power plant atau pembangkit listrik mandiri untuk memastikan tidak ada gangguan pasokan listrik saat beroperasi.

"Kita nggak tutup kemungkinan bikin power plant sendiri," sebutnya.

(feb/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads